Batam, WBN- Aliran dana pungli jual-beli lapak welcome to Batam (WTB) dengan dalih uang pengelolaan beserta uang kartu tanda anggota perkumpulan pedagang kaki lima welcome to Batam dipungut kisaran 10 juta Hinga 25 juta untuk lapak dan 150 ribu hingga 600 ribu untuk bulanan kartu
(29/08/22)
Informasi didapat dari Adnan warga Aceh yang telah membuka lapak kampung seni sejak 2017 beliau mengatakan, Lahan ini merupakan hibah dari BP Batam, ujarnya
Namun oleh pihak pengelola diperjualbelikan dan hampir seluruh pedagang disini.membayar lapak itu, ungkap Adnan
Contohnya lapak saya pernah diminta oleh pihak pengelola sebesar 7 juta, atas dasar saya menempati lahan diWTB sejak gencar nya covid 19 belum pernah melakukan pembayaran, tegasnya
Lanjutnya,Padahal lapak yang saya tempati merupakan lahan milik masjid dan tidak ada sangkut pautnya dengan pengurus WTB.
Saya tidak menuduh ada dugaan keterlibatan oknum BP Batam didalam aliran dana jual beli lapak WTB, namun saya pernah dapat kabar dari seseorang yang saat ini sudah tidak lagi dibatam, karena ancaman, ujar Adnan
Informasi itu saya dapat dari beliau bahwa oknum BP Batam mempunyai yayasan yatim piatu yangada dugaan terindikasi sebagian aliran dana pungli jual beli lapak mengalir ke rekening yayasan tersebut. tegasnya
Dalam pengalian informasi selanjutnya kami dari pihak media menemukan bukti baru , bahwa ada seseorang pengurus telah menjual lapak ukuran 8X10 kepada pembeli dengan inisial BY yang merupakan pemilik wahana permainan anak dengan nominal 19 juta rupiah.
By membayar sejumlah uang berkisar 10 juta rupiah dan sisanya akan dicicil BY selama 2 bulan.
Hal ini media terus melakukan indep reporting kepada ketua pengelola pedagang WTB atas nama Tohar alias pres mengatakan untuk jual beli lapak sepertinya tidak ada, ngk tau kalau dari kalangan pedagang sendiri yang menjual lapak- lapak itu dengan dalih mau pulang kampung , ungkapnya
Lebih lanjut, untuk punggutan atau iuran sudah ada ketetapan dari seluruh anggota karena uang itu dipakai untuk biaya pengelolaan lahan WTB ( fasilitas umum), seperti ngecor, pasang lampu dan beli speaker untuk event, ujar pres sapaan akrabnya
Lebih lanjut, Iuran anggota diperuntukkan pembangunan Mushola, toilet, dan lain- lain intinya dari pedagang untuk pedagang”saya tegaskan ya bang untuk aliran dana iuran diperuntukkan untuk fasilitas umum dan untuk mempercantik lingkungan, pungkasnya
(Fajar)















