Batam,WBN- PT. NENCI CITRA PRATAMA merupakan perusahaan Pelaksanaan konstruksi masjid Tanjak Yang beralamat di Jl. Utan Kayu Raya No. 63 Rt 011 RW 005 Kel. Utan Kayu Utara Kec. Matraman kabupaten Kota Jakarta Timur, menangkan tender 41,821,299,107 miliar, perusahaan yang sangat piawai dan sangat berpengalaman dalam mengerjakan proyek skala nasional (8/09/22)
Informasi didapat dari pers rilis BP Batam Ariastuty selaku humas mengatakan, plafon masjidnya jatuh. Karena kelembaban yang ada di plafon masjid tersebut, ujarnya
Ia mengatakan, saat ini Masjid Tanjak Batam ditutup untuk umum dan akan dilakukan perbaikan atas kerusakan tersebut.
“Ini masih tanggung jawab dari kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan
Pengamat sosial dan politik Kodat 86 Tain Komari mengatakan,meminta Penyidik Periksa Proyek Masjid Tanjak “Ada Banyak Ketidaktransparan dalam Prosesnya”
Lebih lanjut, Ta’in Komari ,S.S meminta kepada penyidik baik Kejaksaan Negeri Batam maupun Kepolisian Polda Kepri untuk memeriksa proyek pembangunan Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim Batam. “Masjid Tanjak itu baru diresmikan dua bulan lalu, sekarang plafon sudah runtuh akibat hujan – artinya ada yang gak beres dalam pembangunan tersebut.” Ujarnya.
Menurut Cak Ta’in, jika pembangunan masjid tersebut direncanakan dengan baik dan seksama serta pembangunannya sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, dipastikan kebocoran saat hujan dan plafon runtuh tidak terjadi.
“Jika penyidik yang memeriksa tentu bisa dilihat proyek pembangunan masjid tersebut secara keseluruhan, apakah sudah prosedural atau tidak, sesuai spesifikasi atau tidak, termasuk bisa jadi ada make-up anggarannya.
Semua kemungkinan itu bisa terbuka kalau penyidik yang melakukan pemeriksaan sebab mereka punya otoritas memaksa, termasuk meminta dan menyita dokumen proyeknya, ” jelas Cak Ta’in.
Lebih lanjut Mantan Dosen Unrika Batam itu menjelaskan, penyidik bisa melihat prosesnya dari awal mulai fisibility study, perencanaan dan spesifikasi sampai proses pembangunan dan finishing-nya. “Kita melihat ada banyak Ketidaktransparan dalam proyek tersebut, terutama soal anggaran.
Informasi yang pernah kami dapatkan dari internal BP Batam menghabiskan sekitar Rp. 180 miliar, tapi beberapa kontraktor yang sempat menanggapi dibilang tidak sampai Rp. 50 miliar. Jika ini diperiksa penyidik tentu akan terbuka semua.” kata Cak Ta’in.
Pembangunan Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim itu terbilang cukup cepat dan instan, dimulai pertengahan tahun 2021 dan sudah diresmikan pada awal tahun 2022. Sebelum diresmikan, masjid itu pernah mengalami kebanjiran akibat kebocoran saat hujan.
“Sebelum diresmikan kan pernah ada berita heboh mesjid tanjak bocor akibat hujan lantai ruang sholat utama tergenang air. Saya pikir itu adalah rangkaian dengan kejadian terjadinya runtuhnya plafon akibat air hujan.” paparnya.
Cak Ta’in menambahkan, jika pemeriksaan oleh aparat tentu akan membuka berbagai praduga yang muncul selama ini. Untuk pembangunan penyidik bisa menggunakan jasa dan keterangan ahli sipil independen, selain itu bisa meminta audit BPKP – apalah pembangunan masjid sudah sesuai spesifikasi dan nilai anggarannya.
“Nanti coba kita akan komunikasikan dengan penyidik pidsus Polda Kepri atau Kejaksaan. Jika tidak respon, kita akan menyampaikan laporan ke KPK. Biar makin menumpuk laporan dugaan korupsi ke lembaga tersebut namun tidak ada satupun yang diproses secara serius.” Pungkasnya
Fajar
















Discussion about this post