Batam, wbnnews ~Aktivitas Pengerukan tanah atau cut and fill di Kota batam menjadi sorotan utama setelah ditemukan proyek pengerjaan pemotongan bukit dikelurahan belian yang merugikan pemilik cafe, dengan menghadapi tantangan serius akibat debu proyek pengangkutan tanah hasil cut and fill yang berterbangan diterpa angin.
Debu yang berasal dari aktivitas tersebut telah menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemilik kafe dan pelanggan mereka.
Natasya asisten Owner kafe Aladin , mengeluhkan, bahwa debu yang terus menerus masuk ke dalam kafe, mengurangi kualitas udara di dalam ruangan, membuat lingkungan tidak nyaman bagi pelanggan.
“Ini sangat merugikan bisnis saya. Pelanggan saya enggan menikmati kopi mereka dengan suasana yang tidak bersih dan berdebu,” ujar Natasya.
Sebelumnya pihak owner kafe Aladin juga pernah menegur pemilik perusahaan Sri indah barelang agar memperhatikan kebersihan jalan, agar bisa mengurangi debu, Tegasnya.
Selain itu, beberapa pemilik kafe disekitar lokasi proyek juga melaporkan penurunan jumlah pelanggan yang signifikan sejak dimulainya proyek pengerukan tanah oleh perusahaan SIB,Ungkapnya.
Mereka Kawatir apabila proyek ini terus berlanjut maka bisnis mereka akan semakin terpukul.
Rio pengawas proyek developer PT menora mengatakan,penimbunan dan pemotongan tanah ini sudah mendapatkan izin resmi dari pihak yang berwenang.
Kalau persoalan lori yang bawa tanah dan tidak ditutup mengunakan Terpal,nanti akan saya tegur perusahaan lorinya.
“Dalam situasi ini, pihak berwenang diminta untuk hadir kelokasi kelurahan Belian untuk menyelidiki apabila ada pelanggaran tersebut.
Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup Kota Batam Budiman Sitompul mengungkapkan, kekawatiran terkait dampak lingkungan dan keselamatan akibat kegiatan cut and fill yang menggangu masyarakat sekitar.
“Seharusnya pihak Pemerintah terus meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terkait izin proyek cut and fill, guna mencegah pelanggaran yang dapat merugikan lingkungan dan warga setempat.
Budiman Sitompul mengajak Pihak berwenang untuk menindaklanjuti kontraktor nakal yang diduga melanggar standar operasional prosedur agar dapat segera diambil tindakan preventif.
*Fajar*
















Discussion about this post