Batam, wbnnews -Pemerintah Kota Batam melakukan revitalisasi pada Masjid Agung Batam, dengan anggaran 167 miliar, Proyek revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas serta memperindah lingkungan sekitar masjid guna menciptakan tempat ibadah yang lebih nyaman, indah, dan memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan modern.
Menurut penuturan Andi selaku staf Adhi Karya proyek ini akan melibatkan berbagai perbaikan infrastruktur, termasuk kubah masjid, perluasan ruang ibadah, perbaikan sistem tata air, pembaruan fasilitas sanitasi, dan pengembangan area parkir yang lebih luas dan teratur.
Salah satu fokus utama dari revitalisasi ini adalah mengubah kubah masjid dengan nuansa Melayu yang kental mengintegrasikan elemen-elemen desain modern yang dapat memperindah bangunan dan lingkungan sekitarnya.
Andi meminta maaf kepada masyarakat Batam khususnya,karena tahun ini belum bisa digunakan untuk ibadah idul Fitri.
Dikutip dari Batamposs.com Penunjukan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Rahmad menjelaskan, saat ini pengerjaan masih terus berjalan. Revitalisasi Masjid Agung Batam ini direncanakan akan rampung 27 Mei 2024.
Sesuai kontrak. Sejauh ini pengerjaan masih on the track. Kami juga pantau dan awasi terus. Agar pengerjaan penyelesaian masjid sesuai dengan kesepakatan,” ungkapnya.
pengerjaan masjid ini mendapatkan anggaran tambahan di APBD 2024 ini. Awalnya revitalisasi masjid dianggarkan Rp167 miliar dengan pemenang lelang Adhi Karya.
Rahmad menambahkan pada kubah terdapat makna khas Melayu. Hal ini merupakan ciri khas dari Batam yang merupakan tanah Melayu.
Lain halnya dengan Aldi pengamat Ekonomi Batam mengatakan, Batam akan memiliki Mesjid Agung yang megah, Tapi warga batam baik itu pejabat, apara penegak hukum (APH), dan Masyarakat harus memberikan ktitik membangun agar revitalisasi Mesjid Agung Batam, selesai tahun ini tentunya dengan konstruksi yang kokoh. Ujar aldi
Pihak terkait harus terbuka dan transparan, demi untuk kebaikan bersama, imbuhnya.
“urusan pembangunan rumah ibadah tidak boleh main main, info yang masuk banyak masalah internal, salah satunya sesuai informasi para suplayer barang material Susah nagih uang material. Inilah salah satu penyebab molornya pembangunan.
Ditegaskan oleh Aldi,Jika perlu masyarakat Batam ikut nyumbang sebagai bentuk partisipasi.
Dari berbagai masukan Banyak yang menyoroti kekuatan konstruksi kubah nya, diduga rawan roboh karena tidak ada tiang besar (tiang utama) sebagai penyangga.
Berbeda dengan konstruksi awal sangat kokoh, karena bangunan beton sampai ujung paling atas.
Menurut ahli bangunan konstruksi inisial Mif mengatakan ,Jangan karena molor Sehingga dikebut. malah kualitasnya tidak akan bagus Karena dikerjakan dengan terburu buru , pungkasnya
















Discussion about this post