Batam, wbnnews -ada sedikit janggal dalam Proyek revitalisasi masjid agung Batam center , di LPSE kota Batam tertera Pagu Anggaran 210 Miliar, Namun PT Adhi karya berani menawar Hingga 80 % dibawah ambang batas normal dengan taksasi yang Terealisasi 167 Miliar.
Ismail ketua Aliansi LSM Ormas Peduli kepri mengatakan, ada kejanggalan dalam sebuah proyek revitalisasi masjid agung Batam center yang menimbulkan pertanyaan serius tentang nominal dana pagu 210 Miliar dan dikerjakan oleh PT Adhi karya 167 Miliar, apa ngak Rugi perusahaan itu, ujar nya
Lebih lanjut, Proyek dengan pagu anggaran sebesar 210 miliar rupiah , PT Adhi karya mampu merealisasikan sekitar 167 miliar rupiah,meninggalkan selisih yang cukup signifikan.ungkapnya
Ditegaskan Proyek revitalisasi tersebut, yang diformulasikan untuk meningkatkan fasilitas tempat ibadah , saat ini saya melihat ada sedikit kejanggalan dalam nominal yang diajukan oleh PT Adhi karya,diduga ada ketidaksesuaian dengan hasil yang diperoleh.
Saya khawatir jangan sampai kasus masjid tanjak dibandara terulang kembali, ujar mail
Dikutip dari web resmi media center batam,Rudi mengingatkan bahwa pembangunan masjid tersebut harus sesuai dengan gambar dan spek yang disiapkan.
“Saya ingatkan dari awal, jika tidak sesuai spek saya minta bongkar ulang,” pesan Rudi.
Untuk itu, kata Rudi, sebelum revitalisasi dimulai maka harus dipikirkan secara matang sebelum muncul masalah di kemudian hari.
“Kalau tidak sanggup, lebih baik mundur dari awal. Saya ingin tempat ibadah Umat Islam ini betul-betul sempurna,” kata Rudi.
Media juga telah mengkonfirmasi kepada kepala cabang Adhi karya Batam ,namun hingga kini belum diberikan informasi apapun
Fajar
















Discussion about this post