Batam, wbnnews – Puluhan warga Batu Merah, Batam, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin pagi. Demonstrasi ini digelar sebagai bentuk protes warga atas masalah air bersih yang tak kunjung teratasi. Warga mengeluhkan air yang sering tidak mengalir, meskipun mereka harus membayar biaya air yang tinggi.20/08/24
Warga mengungkapkan kekecewaan mereka melalui berbagai slogan, salah satunya yang paling mencolok adalah, “Bagaimana Batam sebagai Kota Madani kalau Cebok Aja Susah”. Slogan ini mencerminkan rasa frustrasi warga yang telah lama mengalami krisis air bersih, terutama sejak peralihan pengelolaan air dari ATB ke Moya.
“Air tidak hidup, tapi kami harus membayar mahal. Ini sangat tidak adil,” kata Abdullah, salah satu warga Batu Merah yang ikut dalam demonstrasi.
Aksi protes ini dipimpin oleh Simon Senang, Ketua Mahasiswa, yang menyuarakan tuntutan warga agar BP Batam segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini.
Sejumlah 15 orang perwakilan warga diterima oleh pihak BP Batam untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi mereka. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Wan Darussalam dari pihak BP Batam. Diskusi ini juga dihadiri oleh sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), Lurah Batu Merah, Camat Batu Ampar, serta pihak kepolisian yang diwakili oleh Kapolres Barelang, Heribertus Opusongku.
Warga berharap agar BP Batam segera mencari solusi konkret terhadap masalah ini agar kehidupan mereka dapat kembali normal. Hingga berita ini diturunkan, hasil dari diskusi tersebut masih ditunggu oleh warga Batu Merah.















