Batam, wbnnews– BP Batam memanfaatkan kesempatan berharga untuk berbagi pengalaman sukses transformasi Pelabuhan Batu Ampar dalam ajang bergengsi 3rd Port Development South East Asia Summit (PDSEAS) 2024 yang berlangsung di Hotel Hilton, Bangkok, Thailand. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, beserta timnya menunjukkan komitmen dan hasil signifikan dari pengembangan Terminal Umum Batu Ampar sebagai hub logistik internasional.
Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, yang menjadi pembicara dalam forum tersebut, memaparkan bahwa transformasi Pelabuhan Batu Ampar telah memberikan dampak positif yang luas terhadap perekonomian Batam. “Keberhasilan transformasi ini tidak terlepas dari arahan dan komitmen Bapak Muhammad Rudi serta kolaborasi erat BP Batam dengan PT Persero Batam,” ujar Dendi.
Menurut Dendi, langkah awal transformasi Pelabuhan Batu Ampar meliputi pengembangan Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar menjadi terminal berstandar internasional dan lebih modern. Salah satu pencapaian utama adalah peningkatan produktivitas setelah pengoperasian satu unit Ship to Shore Crane dan dua unit Mobile Harbor Cranes. Sebelumnya, produktivitas hanya mencapai 8-10 box per jam dengan crane konvensional, namun kini meningkat tajam menjadi 40-50 box per jam.
“Upaya ini dilakukan untuk mengubah wajah Batu Ampar agar sesuai dengan kebutuhan investor akan biaya logistik yang lebih efisien,” jelas Dendi.
Data dari Badan Usaha Pelabuhan menunjukkan bahwa kinerja bongkar muat peti kemas pada Semester I Tahun 2024 mencapai 313 ribu TEUs, meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dendi juga menekankan bahwa modernisasi alat bongkar muat dan digitalisasi sistem telah memberikan nilai tambah bagi investor melalui efisiensi biaya logistik dan waktu yang lebih efektif.
Keberhasilan ini memungkinkan TPK Batu Ampar untuk melayani kapal Direct Call internasional. Rute perdana Batam-China dimulai pada Maret 2024, dan rute Batam-Yangon, Myanmar, telah dimulai pada Agustus 2024. “Ini membuka peluang baru dalam distribusi barang internasional,” tambah Dendi.
Dendi optimis bahwa pengembangan berkelanjutan Terminal Peti Kemas Batu Ampar akan meningkatkan daya saing Batam sebagai tujuan investasi dan hub logistik internasional, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kota Batam.
Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, menambahkan bahwa kehadiran BP Batam di PDSEAS 2024 merupakan undangan langsung dari penyelenggara. “Kontribusi BP Batam dalam mendukung ekosistem pelabuhan mendapat apresiasi dari dunia internasional,” sebut Tuty.
Forum PDSEAS 2024 yang berlangsung pada 10-11 September 2024 mengusung tema “Membangun Pelabuhan Hijau Cerdas Masa Depan melalui Kolaborasi, Inovasi, dan Keberlanjutan”. Acara ini menghadirkan 30 narasumber dari negara-negara ASEAN dan India serta diikuti oleh lebih dari 700 peserta dari 100 perusahaan global, menjadi platform penting untuk berbagi informasi, berdiskusi, dan menjalin kolaborasi dalam industri pelabuhan dan perkapalan global.

















Discussion about this post