Batam, Wbnnews -Warga Tanjung Sauh, khususnya di RT 001 RW 002, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa,sebagian warga menolak rencana relokasi yang diajukan oleh pihak pengembang terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh. Masyarakat khawatir relokasi akan merusak mata pencaharian mereka yang telah turun-temurun bergantung pada hasil laut.
Pak Syukur (65), salah satu tokoh yang dituakan di Tanjung Sauh, mengajukan permintaan kepada pihak perusahaan dan pemerintah agar kepentingan masyarakat lokal diakomodir. “Kami sudah turun-temurun di pulau ini dan mencari makan dari hasil laut. Kalau kami dipindahkan ke daratan, bagaimana dengan pekerjaan kami sebagai nelayan?” ungkap Syukur kepada media.
Rencana relokasi ini muncul setelah Presiden RI Joko Widodo menetapkan KEK Tanjung Sauh melalui Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2024. Kawasan ini, yang mencakup 840,67 hektare di Pulau Tanjung Sauh, Kota Batam, diharapkan dapat mempercepat penciptaan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah dan nasional. Namun, bagi masyarakat setempat, pengembangan ini justru menimbulkan kekhawatiran.
Rijal, salah satu warga setempat, menyoroti proses ganti rugi yang dilakukan perusahaan. “Dengan nilai investasi yang besar, kami berharap proyek ini memberikan manfaat bagi kami, warga lokal. Tapi yang terjadi justru sebaliknya,” ujar Rijal.
Investigasi media terhadap proyek tersebut juga menemukan penolakan dari pihak pengembang. Bahkan, Kapolsek Nongsa yang dijadwalkan hadir untuk meninjau lokasi batal datang karena kondisi air laut yang sedang surut.
Saat media melakukan investigasi, muncul indikasi bahwa ada upaya intimidasi dari pihak pengembang terhadap warga yang mencoba menolak proyek tersebut. Bahkan, ada dugaan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh reklamasi dan penimbunan hutan bakau di sekitar lokasi proyek. Warga Tanjung Sauh berharap agar pemerintah segera turun tangan dan menyelesaikan polemik ini dengan memperhatikan hak-hak mereka.
Tanjung Sauh menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan ekonomi Kota Batam, namun tanpa solusi yang adil bagi masyarakat lokal, proyek ini bisa menjadi beban sosial yang terus berlarut-larut.
Editor:Iwan Fajar
















Discussion about this post