Batam, wbnnews – Suasana haru dan penuh emosi menyelimuti lokasi penggusuran di kawasan Tembesi Tower ketika Tim Terpadu berjumlah kurang lebih 1400 personil akan melaksanakan tindakan pembongkaran. Warga menilai proses ini diwarnai dengan propaganda dari pihak pengurus Warga yang dianggap tidak transparan dan hanya mengutamakan kepentingan tertentu.(8/1/2024)
Penggusuran yang dilakukan oleh PT Tanjung Piayu Makmur (TPM) ini menuai protes keras dari warga yang merasa kebijakan tersebut tidak berpihak pada mereka. Beberapa warga bahkan baru mendapatkan informasi mengenai penggusuran pada malam sebelum eksekusi dilakukan.
“Kami harus pindah ke mana setelah rumah kami dirobohkan? Kami hanya diberitahu tadi malam bahwa hari ini akan ada penggusuran. Tidak ada kejelasan nasib kami ke depannya,” ujar Nuryati, salah satu warga yang suaranya bergetar menahan tangis.
Sementara itu, Desi, warga lainnya, dengan penuh emosi menyampaikan kekecewaannya, “Kalau saya tahu begini akhirnya, saya tidak akan mengikuti arahan dari koordinator warga. Kami merasa seperti dipermainkan.”
Di sisi lain, Humas PT Tanjung Piayu Makmur, Eka, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa perusahaan telah berupaya memberikan solusi terbaik untuk warga terdampak.
“Kami sangat menghargai warga Tembesi Tower. Oleh karena itu, kami sudah menyediakan bantuan dana untuk biaya sewa selama tiga bulan dan menawarkan kavling di Piayu sebagai lokasi relokasi warga,” jelas Eka.
“Eka juga menegaskan ,kami sudah jauh hari memberikan informasi terkait penggusuran dan juga menyediakan lahan relokasi untuk warga, namun ada dugaan informasi yang kami berikan kepada pengurus ataupun kordinator warga tidak disampaikan dengan jelas ke warga Tembesi tower.
Media juga mempertanyakan kepada RT setempat terkait penggusururan yang dikomandoi oleh Tim Terpadu namun pihak RT Tembesi tower belum merespon.
Namun, sebagian warga menilai bantuan tersebut tidak sebanding dengan dampak kehilangan tempat tinggal dan ketidakpastian masa depan mereka.
Fajar
















Discussion about this post