
Batam, wbnnews – Aliansi Mahasiswa Kepri, BEM SI Kepri, dan seluruh lapisan masyarakat menggelar aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI di depan Gedung DPRD Kota Batam, Senin (24/3). Aksi ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan masyarakat dari berbagai organisasi serta komunitas yang membawa spanduk dan poster berisi penolakan terhadap RUU tersebut.
Koordinator aksi, Respati Hadinata, menegaskan bahwa demonstrasi ini bukan hanya bentuk penolakan terhadap RUU TNI, tetapi juga sebagai wujud ekspresi kekecewaan mahasiswa terhadap kondisi negara.
“Aksi ini adalah simbol bahwa mahasiswa menilai keadaan negara saat ini semakin gelap. Kami menolak RUU TNI karena dinilai tidak sejalan dengan prinsip demokrasi dan reformasi,” ujar Respati dalam orasinya.
Demonstrasi ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah Kota Batam, Anwar Anas dari DPRD Kota Batam. Dalam kesempatan tersebut, ia menerima Surat Pakta Integritas yang diserahkan langsung oleh perwakilan mahasiswa dan berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mereka.
“Kami telah menerima Pakta Integritas ini dan akan mengawal aspirasi mahasiswa. Sesuai janji, kami akan menghadirkan Bapak Endipat Wijaya selaku Dapil Kepulauan Riau dan sebagai PANJA (Panitia Kerja) dalam pembahasan RUU ini,” ujar Anwar Anas di hadapan para demonstran.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan damai dan tertib, dengan pengamanan dari aparat kepolisian setempat. Para peserta aksi berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga tuntutan mereka mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat.
Penulis Boby /L Berto
Editor Iwan fajar
















Discussion about this post