
Surakarta , wbnnews — Setelah sukses melaksanakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) GAMKI Batam dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) GAMKI Kepulauan Riau tahun 2025, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GAMKI Batam kembali menunjukkan konsistensinya dalam pergerakan organisasi dengan turut ambil bagian dalam Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) dan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) GAMKI tahun 2025 di Surakarta, Jawa Tengah.
Kegiatan nasional yang berlangsung sejak Kamis, 29 Mei hingga Minggu, 1 Juni 2025 itu mengangkat tema “Asta Cita dan Generasi Emas Indonesia: Langkah Kecil untuk Cita-Cita Besar.” Tema ini menjadi semangat bagi DPC GAMKI Batam untuk melangkah jauh dari Pulau Batam menuju Kota Solo demi menyukseskan perhelatan akbar tersebut.
Empat orang delegasi resmi dari DPC GAMKI Batam yang hadir dalam agenda nasional ini adalah Rini Lisbeth Sitio (Ketua), Irfandi Silitonga (Sekretaris), Evi Nababan (Bendahara), dan Rosni (Sekretaris Bidang). Pengiriman delegasi ini merupakan hasil keputusan Rakercab DPC GAMKI Batam sebelumnya.
Acara dibuka secara khidmat melalui ibadah pembuka yang bertepatan dengan Hari Kenaikan Tuhan Yesus. Pendeta GKJ Manahan, Retno Ratih Suryaning Handayani, memimpin ibadah sekaligus menyampaikan refleksi kritis tentang kondisi bangsa saat ini. “Lima krisis bangsa kita saat ini adalah krisis kebangsaan, korupsi yang semakin bombastis, minimnya negarawan yang bisa jadi teladan, maraknya kelompok radikal, serta premanisasi di berbagai sektor,” tegasnya dalam khotbah pembuka.
Fokus Isu Strategis dan Peran Delegasi Kepri
Dalam forum Rapimnas dan Rakernas, para peserta dibagi ke dalam beberapa study meeting yang membahas isu-isu strategis nasional, antara lain:
1.Isu Pekerja Migran
2.Pangan dan Desa
3.Transformasi Digital
4.Pengelolaan Hutan Sosial
5.Investasi dan Inklusi Keuangan
Selain itu, para peserta juga terlibat dalam komisi pembahasan. DPC GAMKI Batam dan DPD GAMKI Kepri mengambil bagian aktif di tiga komisi penting:
Komisi I: Membahas isu pekerja migran, diwakili oleh Rini Lisbeth dan Irfandi Silitonga.
Komisi III: Mengangkat isu pelecehan anak melalui media sosial, diwakili oleh Rosni dan Thomson.
Komisi IV: Fokus pada aspirasi dan masukan internal GAMKI, diwakili oleh Filemon dan Evi Nababan.
Ketua DPC GAMKI Batam, Rini Lisbeth Sitio, secara khusus menyampaikan urgensi perhatian terhadap isu pekerja migran, terutama karena Batam merupakan daerah perbatasan dengan arus keluar masuk pekerja yang tinggi.
“Saya juga Ketua Yayasan Perlindungan Perempuan dan Anak. Batam adalah pintu keluar PMI, baik legal maupun ilegal. Masalah pekerja migran tak hanya terjadi karena mereka berangkat secara non-prosedural, bahkan yang prosedural pun kerap menghadapi masalah di luar negeri,” ujar Rini dalam diskusi Komisi I.
“Kami ingin DPP GAMKI mengambil peran di level nasional agar kami di daerah punya dukungan yang kuat untuk bergerak dan berbuat.”
Menuju Kongres GAMKI 2026
Di hari ketiga Rakernas,disampaikan bahwa Kongres GAMKI selanjutnya akan digelar tahun 2026 di Sulawesi Selatan. Bagi DPC GAMKI Batam, momentum Rapimnas-Rakernas 2025 menjadi langkah awal membangun peran yang lebih aktif dan nyata.
“Setelah sekian purnama, baru kali ini GAMKI Batam benar-benar turut serta menyukseskan Rapimnas-Rakernas. Semoga ini menjadi titik tolak agar ke depan, kami tidak hanya menyuarakan kritik, tetapi juga terlibat langsung mencari solusi terhadap isu-isu yang ada, khususnya di kota Batam yang kita cintai,” tegas Rini.
Kehadiran GAMKI Batam di forum nasional ini menjadi bukti nyata bahwa semangat membangun bangsa dari daerah terus menyala, seiring harapan agar generasi muda Kristen Indonesia menjadi agen perubahan yang tidak hanya bersuara, tetapi juga berbuat.
















Discussion about this post