Batam, wbnnews – Sejumlah tokoh masyarakat lintas elemen di Kota Batam menyerukan kepada publik agar tidak mudah terprovokasi oleh isu bernuansa SARA yang belakangan kian beredar, menyusul menghangatnya situasi politik nasional.
Seruan itu disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Kantor PWNU Kota Batam, Selasa (2/9). Pertemuan yang dihadiri berbagai elemen masyarakat tersebut menghasilkan pernyataan sikap bersama untuk mengedepankan persatuan, menjaga kondusivitas, serta menolak segala bentuk provokasi SARA.
“Kita berharap semua pihak bersikap mawas diri, tidak mudah terprovokasi, terutama isu SARA. Kedepankan persatuan dan kebersamaan,” tegas pimpinan pertemuan, Muhammad Zainuddin.
Menurut Zainuddin, meski tidak jelas sumbernya, isu SARA yang beredar sempat menimbulkan keresahan di tengah kelompok masyarakat. Karena itu, pertemuan tersebut menjadi wadah menyatukan sikap, sekaligus menyerukan kepada publik agar tetap tenang.
“Bagi pihak-pihak yang mau menyampaikan aspirasi, diharapkan dilakukan dengan cara yang santun dan damai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zainuddin menegaskan bahwa pernyataan sikap ini sekaligus bentuk dukungan terhadap berbagai seruan damai yang disampaikan pemerintah dan aparat keamanan. “Batam harus kita jaga bersama, sebab ini rumah kita,” katanya.
Dalam pernyataan sikap itu, tokoh masyarakat Batam menekankan tiga poin utama:
Meneguhkan komitmen persatuan demi keutuhan NKRI.
Menghindari dan menolak isu SARA serta segala bentuk provokasi.
Mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum bersikap adil dan transparan dalam menyelesaikan masalah.
“Kami mendukung sepenuhnya langkah pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menyelesaikan semua masalah. Untuk itu kita berharap dilakukan secara transparan dan berkeadilan, sambil tetap menjaga ukhuwah antarumat, etnis, dan golongan,” pungkas Zainuddin.
















Discussion about this post