Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) bertekad memberikan apresiasi besar bagi para atlet yang berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Ketua Umum Pertina, Ray Zulham Farras Nugraha, telah mengumumkan gelontoran bonus yang signifikan bagi para petinju yang sukses meraih medali pada SEA Games 2025. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan dedikasi para atlet yang telah berjuang membawa pulang prestasi bagi Indonesia.
Prestasi Gemilang di SEA Games 2025 dan Apresiasi dari Pertina
Tim tinju Indonesia mencatatkan debut yang luar biasa di SEA Games 2025, berhasil mengumpulkan total sembilan medali. Rinciannya adalah satu medali emas, empat medali perak, dan empat medali perunggu. Prestasi ini tidak hanya melampaui target yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yaitu satu medali emas, tetapi juga menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh para petinju muda Indonesia.
Menyikapi keberhasilan ini, Ketua Umum Pertina beserta jajaran pengurus tidak menunda-nunda untuk memberikan apresiasi. Bonus langsung diserahkan kepada para atlet peraih medali. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Peraih Medali Emas: Mendapatkan bonus sebesar Rp200 juta.
- Peraih Medali Perak: Masing-masing mendapatkan bonus sebesar Rp20 juta.
- Peraih Medali Perunggu: Masing-masing mendapatkan bonus sebesar Rp10 juta.
“Pertina memiliki tradisi yang kuat dalam menghargai setiap prestasi yang diraih oleh atletnya. Bonus ini bukan sekadar bentuk simpati, melainkan juga sebagai pemantik semangat dan motivasi agar mereka terus berlatih keras dan meraih pencapaian yang lebih tinggi lagi di masa depan,” ujar Ray Zulham Farras Nugraha dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada hari Kamis. Ia juga menekankan pentingnya para atlet untuk memanfaatkan bonus ini dengan bijak.
Menatap Masa Depan: Asian Games dan Olimpiade
Ray Zulham Farras Nugraha juga mengingatkan para petinju untuk tidak cepat berpuas diri dengan hasil yang diraih di SEA Games Thailand. Ia menekankan bahwa masih ada tantangan yang lebih besar menanti, yaitu Asian Games Nagoya 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028. “Kita pernah mengalami masa kejayaan dalam tinju amatir Indonesia, di mana kita berhasil melahirkan petinju peraih medali emas Asian Games dan bahkan menembus perempat final Olimpiade. Saya sangat yakin bahwa generasi petinju Indonesia saat ini memiliki potensi yang sama untuk mengulang sejarah gemilang tersebut,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Pertina berencana untuk terus meningkatkan program pembinaan tinju di tanah air. Selain memperbanyak penyelenggaraan kejuaraan tingkat nasional, Pertina juga akan menggelar Kejuaraan Tinju Amatir Asia U-19 dan U-23 di Jakarta pada tahun 2026. Ajang ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para petinju muda untuk mengasah kemampuan dan mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional.
Kilas Balik Kejayaan Tinju Indonesia
Sejarah tinju Indonesia mencatat beberapa nama besar yang pernah mengharumkan nama bangsa. Salah satunya adalah Pino Bahari, yang berhasil meraih medali emas pada Asian Games Beijing 1990. Di ajang Olimpiade, nama-nama seperti Ferry Moniaga, Albert Papilaya, dan La Paena Masara pernah sukses menembus babak perempat final.
Namun, setelah penampilan Bonix Saweho di Olimpiade Athena 2004, Indonesia telah absen selama 20 tahun dalam mengirimkan wakilnya ke ajang olahraga terbesar dunia tersebut. Dengan adanya regenerasi atlet yang menjanjikan dan dukungan penuh dari federasi, diharapkan tren positif ini dapat terus berlanjut hingga akhirnya Indonesia kembali mampu mengirimkan wakilnya ke panggung Olimpiade dan meraih prestasi membanggakan.

















Discussion about this post