Taman Margasatwa Ragunan Dibanjiri Pengunjung Saat Libur Natal
Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Jakarta kembali membuktikan posisinya sebagai destinasi liburan favorit bagi warga, terutama saat momen Natal. Puncak keramaian terjadi pada hari Natal, Kamis, 25 Desember 2025, di mana kawasan wisata ini mencatat lonjakan pengunjung yang signifikan, mencapai angka 50.933 orang.
Angka ini menjadikan 25 Desember sebagai hari dengan jumlah pengunjung tertinggi sepanjang bulan Desember 2025. Menurut data yang dihimpun oleh pengelola, mayoritas pengunjung yang datang adalah wisatawan dewasa, dengan jumlah mencapai 36.655 orang. Sementara itu, pengunjung anak-anak tercatat sebanyak 14.278 orang.
“Tingginya angka kunjungan ini menjadikan 25 Desember sebagai hari dengan jumlah pengunjung tertinggi sepanjang periode Desember 2025,” ujar Wahyudi Bambang, Kepala Humas Kebun Binatang Ragunan, pada Jumat (26/12/2025).
Lonjakan pengunjung pada Hari Natal ini jauh melampaui angka kunjungan harian di hari-hari sebelumnya. Sebelumnya, jumlah pengunjung tertinggi tercatat pada tanggal 21 Desember 2025 dengan 33.481 orang, dan pada 14 Desember 2025 sebanyak 32.699 orang. Hal ini menunjukkan betapa besar daya tarik TMR sebagai pilihan rekreasi keluarga.
Moda Transportasi yang Dominan
Dari sisi transportasi, terlihat pola mobilitas pengunjung yang beragam. Penggunaan sepeda motor menjadi pilihan utama, dengan total unit yang tercatat mencapai 5.348 unit. Posisi kedua ditempati oleh mobil pribadi sebanyak 3.319 unit. Selain itu, sepeda juga menjadi alternatif bagi sebagian pengunjung, dengan 303 unit yang teridentifikasi. Kendaraan bus tercatat sebanyak 35 unit. Tidak ketinggalan, layanan transportasi internal seperti PPS dan TSA juga dimanfaatkan oleh ribuan pengunjung, masing-masing sebanyak 2.180 orang dan 2.777 orang.
Atraksi Spesial Bertema Akhir Tahun
Menyambut libur Natal dan Tahun Baru, Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) telah menyiapkan serangkaian atraksi satwa yang dikemas dengan nuansa Natal dan Tahun Baru. Kegiatan utama yang menjadi daya tarik adalah “Feeding Animal” atau pemberian makan satwa dengan sentuhan tematik khusus.
Endah Rumiyati, Kepala Unit Pengelola TMR, menjelaskan bahwa kegiatan ini dipusatkan di beberapa lokasi strategis di dalam kawasan TMR. Hewan-hewan yang menjadi fokus atraksi pemberian makan antara lain:
- Pusat Primata Schmutzer: Pengunjung dapat menyaksikan interaksi pemberian makan pada berbagai jenis primata.
- Kandang Jerapah: Kesempatan unik untuk melihat jerapah berinteraksi saat diberi makan.
- Harimau Sumatera: Memberikan pengalaman melihat langsung salah satu predator kebanggaan Indonesia.
- Kudanil: Menariknya proses pemberian makan hewan herbivora besar ini.
- Burung Pelikan: Observasi perilaku pemberian makan pada burung-burung pelikan.
- Gajah Sumatera: Kesempatan untuk berinteraksi (dengan pengawasan) saat gajah-gajah diberi makan.
- Buaya Muara: Memberikan gambaran tentang pola makan reptil besar ini.

Atraksi ini dirancang tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga untuk edukasi, memberikan wawasan baru kepada pengunjung mengenai perilaku dan kebutuhan satwa.
Persiapan Matang Pengelola Hadapi Lonjakan Pengunjung
Untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan bagi seluruh pengunjung, pihak pengelola TMR telah melakukan berbagai persiapan matang. Endah Rumiyati menegaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan, baik secara internal di dalam TMR maupun dengan pihak eksternal terkait.
“Kami telah melakukan koordinasi secara internal maupun eksternal guna mengantisipasi lonjakan pengunjung selama libur Natal dan Tahun Baru,” ungkap Endah Rumiyati dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 24 Desember 2025.
Persiapan ini mencakup beberapa aspek krusial:
- Area Parkir Luas: TMR menyiapkan lebih dari 10 titik lokasi parkir yang tersebar di dalam kawasan untuk menampung volume kendaraan yang diperkirakan akan meningkat.
- Pengaturan Arus Lalu Lintas: Sistem pengaturan arus masuk dan keluar kendaraan disusun secara cermat untuk meminimalkan potensi kemacetan dan terjadinya kontraflow yang dapat membahayakan.
- Rekayasa Lalu Lintas Fleksibel: Pihak pengelola siap menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup dan pengalihan arus apabila terjadi stagnasi kendaraan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelancaran pergerakan di dalam dan sekitar kawasan TMR.

Dengan persiapan yang komprehensif ini, Taman Margasatwa Ragunan berupaya memberikan pengalaman liburan Natal yang menyenangkan dan aman bagi seluruh pengunjung, sekaligus menegaskan perannya sebagai salah satu destinasi ekowisata terpenting di ibukota.

















Discussion about this post