Bantuan DTH Cair untuk Korban Banjir Padang
Pemerintah Kota Padang telah mengambil langkah sigap dengan mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi para korban yang terdampak banjir dahsyat pada akhir November lalu. Dana ini disalurkan melalui salah satu bank swasta yang telah ditunjuk, menandai upaya pemulihan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah hingga hanyut terbawa arus.
Penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH)
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, mengonfirmasi bahwa pencairan DTH telah dilaksanakan pada hari Selasa, 30 Desember 2025. Dana ini secara khusus dialokasikan untuk membantu meringankan beban para korban banjir yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan bahkan ada yang hanyut.
“Iya, DTH sudah kita salurkan tadi (Selasa),” ujar Hendri Zulviton, menegaskan realisasi bantuan tersebut.
Penyaluran DTH ini dilakukan secara terperinci, dengan data penerima yang tercatat berdasarkan nama dan alamat (by name by address). Hal ini memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan hanya diterima oleh mereka yang benar-benar berhak. Penerima DTH berasal dari empat kecamatan yang paling parah terdampak oleh banjir:
- Kecamatan Pauh
- Kecamatan Nanggalo
- Kecamatan Koto Tangah
- Kecamatan Kuranji
Secara total, sebanyak 370 kepala keluarga (KK) telah terdaftar sebagai penerima DTH.
Besaran dan Jangka Waktu Bantuan
Dana Tunggu Hunian ini dirancang untuk memberikan dukungan finansial selama periode tiga bulan, mencakup bulan Desember 2025 hingga Februari 2026. Para penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp600.000 per bulan. Besaran ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar dan biaya sewa tempat tinggal sementara bagi keluarga yang kehilangan hunian akibat bencana.
Proses pencairan dana dilakukan dengan mendatangi kantor cabang Bank Mandiri yang telah ditunjuk. “Seluruh penerima mendatangi Bank Mandiri di empat kantor cabang,” jelas Kalaksa BPBD Padang, merinci mekanisme penyaluran dana agar lebih efisien dan terorganisir.
Dampak Banjir dan Upaya Pemulihan
Banjir yang melanda Kota Padang pada akhir November lalu meninggalkan luka mendalam bagi banyak warganya. Tingginya curah hujan menyebabkan meluapnya beberapa sungai, mengakibatkan genangan air yang luas dan merusak infrastruktur serta permukiman penduduk. Kerusakan yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga berat, bahkan beberapa rumah dilaporkan hanyut terbawa arus deras.
Menghadapi situasi darurat ini, Pemerintah Kota Padang melalui BPBD bergerak cepat melakukan asesmen dan pendataan terhadap kerugian yang dialami masyarakat. DTH merupakan salah satu bentuk bantuan awal yang diberikan untuk membantu korban agar dapat bertahan hidup sambil menunggu proses pemulihan rumah mereka atau mencari tempat tinggal baru.
Penyaluran DTH ini diharapkan dapat menjadi stimulus awal bagi para korban untuk bangkit kembali. Selain bantuan finansial, upaya pemulihan pasca-bencana juga mencakup pembersihan lingkungan, perbaikan infrastruktur publik, serta penyediaan kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah Kota Padang berkomitmen untuk terus mendampingi para korban hingga kondisi mereka sepenuhnya pulih.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, relawan, dan sektor swasta, juga sangat krusial dalam proses pemulihan ini. Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan elemen masyarakat akan mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana, serta mengembalikan kehidupan normal bagi warga Kota Padang yang terdampak banjir.

















Discussion about this post