Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara langsung meninjau pengamanan di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada malam perayaan Tahun Baru 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh personel kepolisian dalam memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang merayakan pergantian tahun. Bundaran HI dipilih sebagai salah satu pusat perayaan yang diprediksi akan dipadati oleh warga Jakarta dan sekitarnya, dengan berbagai agenda mulai dari doa bersama lintas agama hingga pertunjukan hiburan.
Kesiapan Pengamanan di Titik Sentral Perayaan
Untuk menjamin keamanan di salah satu titik keramaian utama, personel kepolisian telah disiagakan di berbagai lokasi strategis di sekitar Bundaran HI. Kapolri tidak hanya melakukan pemantauan dari jauh, tetapi juga turun langsung untuk melihat kesiapan pos pengamanan. Beliau memastikan bahwa setiap anggota yang bertugas telah siap dan beroperasi sesuai dengan prosedur standar operasional (SOP) yang berlaku.
Dalam kunjungannya, Jenderal Sigit juga menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan para personel yang sedang menjalankan tugas. Ia secara personal memeriksa kesiapan mereka, memastikan bahwa segala aspek pengamanan dan pelayanan telah berjalan secara optimal hingga detik-detik pergantian tahun tiba.
Interaksi Humanis dengan Masyarakat
Lebih dari sekadar memastikan kesiapan operasional, kehadiran Kapolri di tengah kerumunan masyarakat juga menunjukkan pendekatan Polri yang mengedepankan sisi humanis. Di tengah antusiasme warga yang menanti pergantian tahun, Jenderal Sigit menyapa dan bersalaman dengan masyarakat satu per satu, bahkan sempat berbincang singkat. Interaksi langsung ini disambut dengan sangat baik oleh warga yang hadir di Bundaran HI, menciptakan suasana yang akrab dan penuh kehangatan.
Kegiatan interaksi ini juga diwarnai dengan pembagian goodie bag oleh Kapolri kepada masyarakat. Antusiasme warga terlihat jelas, banyak yang berebut untuk bersalaman dan mengabadikan momen berharga tersebut dengan berfoto bersama orang nomor satu di institusi Polri ini.
Monitoring Nasional dan Arahan Presiden
Sebelumnya, Kapolri telah melakukan pemantauan pergantian malam Tahun Baru 2026 secara nasional. Pemantauan ini dilakukan secara virtual dari Markas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, guna memastikan bahwa seluruh wilayah di Indonesia mendapatkan pengamanan yang memadai.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Presiden menginginkan agar seluruh rangkaian kegiatan pengamanan dan pelayanan dalam perayaan pergantian tahun dapat berjalan dengan lancar dan baik. Polri diminta untuk hadir di tengah masyarakat dan memastikan bahwa setiap warga dapat merayakan Tahun Baru dengan rasa aman.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, beliau ingin memastikan rangkaian kegiatan pengamanan dan pelayanan untuk pergantian tahun terlaksana dengan baik,” ujar Jenderal Sigit saat memberikan keterangan di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada malam pergantian tahun, Rabu (31/12/2025).
Fokus Pengamanan Berbagai Aktivitas Masyarakat
Kapolri menjelaskan bahwa terdapat berbagai jenis aktivitas masyarakat yang memerlukan perhatian dan pengamanan khusus selama periode pergantian tahun. Beberapa di antaranya meliputi kegiatan ibadah, kunjungan ke tempat-tempat wisata, serta acara pengumpulan massa yang bersifat massal.
“Kemudian juga ada kegiatan ibadah di beberapa wilayah yang harus kita amankan pada saat acara pergantian akhir tahun. Di sisi lain juga ada kegiatan kunjungan ke tempat wisata termasuk pengumpulan masyarakat di beberapa wilayah terkait pelaksanaan pergantian tahun, ini semua menjadi bagian kita jaga dan amankan,” jelas Kapolri.
Kepatuhan Masyarakat dan Nuansa Empati
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Kapolri mengapresiasi tingkat kepatuhan masyarakat terhadap imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Salah satu imbauan yang mendapat respons positif adalah mengenai larangan penggunaan kembang api saat perayaan Tahun Baru.
Lebih lanjut, Kapolri menyoroti bahwa di banyak lokasi perayaan, masyarakat memilih untuk merayakannya dengan kegiatan doa bersama. Hal ini dinilai sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam, khususnya di wilayah Sumatera.
“Secara umum sebagian besar masyarakat mematuhi tidak melaksanakan kegiatan, khususnya Pemda terkait dengan penggunaan kembang api pada saat pergantian tahun. Dan banyak yang merayakan doa bersama. Tentunya ini bagian dari empati kita terhadap saudara kita yang ada di Sumatera,” tegas Jenderal Sigit.
Hal ini menunjukkan bahwa perayaan Tahun Baru kali ini tidak hanya diisi dengan kegembiraan, tetapi juga diwarnai oleh rasa kepedulian sosial yang tinggi dari masyarakat Indonesia.

















Discussion about this post