Tragedi Kapal di NTT: Istri Pelatih Valencia Menangis Memohon Bantuan Pencarian Suami dan Anak
Sebuah peristiwa duka menyelimuti keluarga Martin Carreras Fernando, pelatih Tim B Wanita klub La Liga Valencia, dan para wisatawan Spanyol lainnya saat liburan akhir tahun di Nusa Tenggara Timur. Kapal wisata KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di perairan Selat Padar pada Jumat, 26 Desember 2025. Hingga kini, lima hari pasca kejadian, Martin Carreras Fernando beserta kedua anaknya masih belum ditemukan.
Kisah pilu ini semakin terasa ketika Mar Martinez, istri Martin Carreras Fernando, bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena. Dalam pertemuan tersebut, Mar Martinez tak mampu menahan kesedihannya. Ia berjabat tangan dengan Gubernur, memeluknya sambil menangis tersedu-sedu, dan memohon bantuan agar suami serta anak-anaknya segera ditemukan. Dalam luapan emosinya, ia bahkan sempat bersimpuh, menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa kapal wisata KM Putri Sakinah.
“Please help. Please help,” ungkap Mar Martinez, yang didampingi seorang penerjemah.
Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, berusaha menenangkannya dan memberikan jaminan bahwa tim penyelamat akan berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan suami dan anak-anak yang masih hilang. “Kami akan terus mencari bapak dan anak yang belum ditemukan,” tegas Gubernur. Momen tersebut sontak membuat semua orang yang hadir terdiam, merasakan kesedihan yang mendalam.
Melalui penerjemah, Mar Martinez juga mengungkapkan rasa syukurnya atas ditemukannya jenazah salah satu anaknya. Ia mengaku telah mengikhlaskan putrinya yang telah ditemukan dan berharap agar anggota keluarga lainnya juga segera ditemukan. “Dia sudah bersyukur anaknya yang telah ditemukan sekarang sudah ada di dalam hatinya. Ia berharap yang lain juga bisa segera ditemukan. Tolong, Pak,” ujar Mar Martinez kepada Gubernur.
Upaya Pencarian dan Penemuan Jenazah
Sebelumnya, pada Senin, 29 Desember 2025, sekitar pukul 06.05 Wita, satu jenazah perempuan ditemukan mengapung di perairan utara Pulau Serai, Labuan Bajo. Jenazah tersebut diduga kuat adalah salah satu anak dari Martin Carreras Fernando dan Mar Martinez.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menjelaskan bahwa informasi awal penemuan jenazah diterima dari seorang warga Pulau Serai bernama Nasaruddin. “Kami menerima informasi dari warga Pulau Serai Labuan Bajo Bapak Nasaruddin bahwa beliau melihat satu jenazah yang mengambang di pinggir perairan utara Pulau Serai Labuan Bajo,” ujar Fathur Rahman.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan segera bergerak menuju lokasi penemuan menggunakan rigid inflatable boat (RIB) Pos SAR Manggarai Barat. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati, mempertimbangkan kondisi arus laut dan keselamatan personel. Jenazah berhasil dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo sekitar pukul 07.30 Wita. Dari pelabuhan, jenazah langsung dibawa ke RSUD Komodo Labuan Bajo menggunakan ambulans untuk menjalani proses identifikasi medis oleh tim forensik. Mar Martinez dan keluarganya turut serta dalam ambulans untuk memastikan identitas jenazah.
Tantangan dalam Operasi Pencarian
Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah menghadapi berbagai tantangan yang signifikan. Karakteristik perairan di sekitar Pulau Padar dikenal memiliki arus laut yang kuat dan berubah-ubah. Perairan ini merupakan titik pertemuan arus dari Laut Flores dan Selat Sape, yang dapat dengan mudah membawa objek terapung menjauh dari lokasi awal kejadian.
Kondisi ini membuat area pencarian harus terus diperluas, tidak hanya terbatas pada titik tenggelamnya kapal, tetapi juga mengikuti pola arus permukaan yang berpotensi membawa korban ke arah utara dan barat perairan Labuan Bajo. Selain arus, kontur perairan yang terbuka dan banyaknya pulau kecil di kawasan Taman Nasional Komodo juga turut memengaruhi pola penyisiran oleh tim SAR.
Perkuatan Operasi SAR
Meskipun satu jenazah telah ditemukan, Tim SAR Gabungan tidak berhenti berupaya mencari korban lainnya. Operasi SAR kini diperkuat dengan kedatangan Kapal Negara (KN) SAR Puntadewa 250 pada pukul 20.30 Wita, Senin (28/12). Kapal ini memiliki kemampuan pencarian di laut terbuka dan dilengkapi dengan peralatan navigasi yang memadai, diharapkan dapat menjangkau area pencarian yang lebih luas, terutama di perairan dengan arus kuat yang sulit dijangkau oleh perahu kecil.
Kapal KN SAR Puntadewa 250 kini beroperasi bersama tim SAR gabungan lainnya untuk melanjutkan pencarian korban yang masih hilang.
Kronologi dan Data Korban
KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 26 Desember 2025. Berdasarkan data dari Tim SAR Gabungan, kapal wisata tersebut mengangkut total 11 orang. Rinciannya adalah lima Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdiri dari kapten kapal, pemandu wisata, dan anak buah kapal (ABK), serta enam penumpang berkewarganegaraan Spanyol.
Dari 11 orang yang berada di atas kapal, tujuh orang berhasil diselamatkan. Sementara itu, empat orang lainnya masih dinyatakan hilang. Seluruh korban yang belum ditemukan adalah wisatawan Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol, termasuk suami Mar Martinez dan kedua anaknya.
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di perairan yang memiliki karakteristik arus kuat dan berubah-ubah. Keluarga korban terus menanti kabar baik dari upaya pencarian yang sedang berlangsung.

















Discussion about this post