PSSI akhirnya resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru tim nasional Indonesia. Pengumuman itu disampaikan kemarin melalui Instagram resmi PSSI.
Federasi sepak bola Indonesia tersebut memilih Herdman karena rekam jejaknya. Pelatih berusia 50 tahun itu tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA.
Prestasi tersebut ditorehkan bersama timnas Kanada. Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011. Dia juga mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016.
Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022. Itu menjadi momen bersejarah setelah 36 tahun penantian Kanada. Selain itu, pencapaian tersebut sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada dari posisi ke-77 menjadi ke-33 dunia.
Tangan dingin Herdman diharapkan berpengaruh terhadap timnas Indonesia. Pada 2026, Herdman dan Timnas Indonesia sudah ditunggu agenda padat.
Timnas senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026. Agenda tersebut kemudian dilanjutkan FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.
Lalu, kapan Herdman datang ke Indonesia? Kepala Badan Tim Nasional (BTN) Indonesia, Sumardji, menjelaskan bahwa pelatih asal Inggris itu akan datang bulan ini. “Dia akan datang tanggal 11 Januari. Dia dikontrak dua tahun,” ujar Sumardji saat dihubungi Jawa Pos kemarin.
Setelah tiba di Indonesia, Herdman akan dihadirkan dalam sesi konferensi pers. Rencananya, konferensi pers digelar H+1 setelah kedatangannya. “Kurang lebih seperti itu (konferensi pers tanggal 12 Januari, Red),” jelasnya.
Mantan manajer timnas Indonesia itu menambahkan bahwa Herdman didatangkan untuk membawa skuad Merah Putih berprestasi. Salah satunya, membalas kegagalan timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
“Yang pasti target kita itu, lolos Piala Dunia 2030,” tegas mantan Kapolresta Sidoarjo tersebut.

















Discussion about this post