Lonjakan Penumpang Kereta Api di Arus Balik Nataru: Surabaya Menjadi Pusat Kedatangan
Memasuki periode arus balik pasca perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2025, aktivitas masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api jarak jauh di wilayah Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya menunjukkan peningkatan signifikan. Puluhan ribu penumpang memadati stasiun-stasiun di area ini, menandakan bahwa kereta api masih menjadi primadona pilihan masyarakat untuk kembali ke kota asal setelah liburan panjang.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa pada hari Sabtu, 3 Januari 2025, KAI Daop 8 Surabaya berhasil melayani total 43.388 penumpang. Angka ini terbagi menjadi dua, yaitu 19.878 penumpang yang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah tersebut, dan 23.510 penumpang yang tiba atau turun di stasiun-stasiun Daop 8 Surabaya.
Mahendro Trang Bawono, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, mengonfirmasi bahwa mobilitas masyarakat yang menggunakan kereta api tetap terpantau tinggi menjelang berakhirnya masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Fenomena ini wajar terjadi karena masyarakat mulai kembali ke kota asal mereka untuk melanjutkan rutinitas pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari. Berdasarkan data sementara, jumlah penumpang yang tiba di stasiun-stasiun Daop 8 Surabaya mendominasi,” jelas Mahendro pada hari Minggu, 4 Januari 2025.
Periode Angkutan Nataru dan Rekapitulasi Penumpang
PT Kereta Api Indonesia (KAI) sendiri telah menetapkan masa angkutan Nataru 2025/2026 berlangsung selama 18 hari. Periode ini dimulai sejak tanggal 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Selama kurun waktu tersebut, sebanyak 58 perjalanan kereta api (KA) dioperasikan untuk melayani kebutuhan penumpang. Rinciannya, 51 KA merupakan layanan reguler yang beroperasi setiap hari, sementara 7 KA lainnya adalah KA tambahan yang dioperasikan khusus untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama libur Nataru.
Jika dilihat secara kumulatif, sejak tanggal 18 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah berhasil melayani total 784.044 penumpang. Angka ini mencakup 403.999 penumpang yang berangkat dan 380.045 penumpang yang tiba di wilayah Daop 8.
Stasiun Favorit dan Rute Populer
Dari seluruh stasiun yang ada di Daop 8 Surabaya, Stasiun Surabaya Gubeng tercatat menjadi stasiun kedatangan favorit utama. Stasiun ini melayani 119.326 penumpang. Posisi kedua ditempati oleh Stasiun Surabaya Pasar Turi dengan total 113.407 penumpang, diikuti oleh Stasiun Malang yang melayani 68.111 penumpang.
“Tingginya pergerakan penumpang yang tiba di ketiga stasiun ini semakin menegaskan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan transportasi utama bagi masyarakat. Terlebih lagi untuk rute-rute favorit seperti dari dan ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, serta Ketapang,” ungkap Mahendro lebih lanjut.
Tips Perjalanan Arus Balik Nataru
Bagi masyarakat yang berencana untuk menggunakan transportasi kereta api pada masa arus balik Nataru ini, Mahendro memberikan beberapa imbauan penting. Ia menekankan agar para penumpang senantiasa memperhatikan beberapa hal krusial sebelum melakukan pemesanan tiket.
- Verifikasi Identitas: Pastikan data identitas diri yang digunakan untuk pemesanan tiket sudah benar dan sesuai. Hal ini penting untuk kelancaran proses boarding dan menghindari kendala di kemudian hari.
- Periksa Jadwal Keberangkatan: Selalu periksa kembali jadwal perjalanan kereta api yang akan digunakan. Pastikan tidak ada perubahan jadwal yang mungkin terjadi dan datanglah ke stasiun lebih awal untuk menghindari keterlambatan.
- Konfirmasi Relasi Tujuan: Periksa kembali secara teliti relasi atau tujuan perjalanan kereta api yang dipesan. Kesalahan dalam memilih relasi dapat berakibat fatal dan menyebabkan penumpang salah naik kereta.
KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh penumpang. Prioritas utama dalam setiap operasional adalah menjaga aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu. Hal ini dilakukan demi memastikan pengalaman perjalanan yang optimal bagi seluruh pengguna jasa kereta api, terutama di tengah tingginya mobilitas pada periode libur seperti saat ini.

















Discussion about this post