Wajah Batam News
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz
No Result
View All Result
Wajah Batam News
No Result
View All Result
Home Politik

Armuji Tolak Pilkada DPRD: Ancaman Demokrasi Surabaya

Wafaul by Wafaul
Januari 16, 2026
in Politik
0
Armuji Tolak Pilkada DPRD: Ancaman Demokrasi Surabaya
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penolakan Tegas Terhadap Wacana Pilkada Melalui DPRD: Kemunduran Demokrasi dan Pengabaian Kedaulatan Rakyat

Wacana mengenai kemungkinan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang kembali dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menuai kritik keras. Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya, Armuji, secara tegas menolak gagasan tersebut. Ia menilai bahwa mekanisme pilkada melalui DPRD merupakan sebuah kemunduran fundamental bagi demokrasi di Indonesia dan secara langsung bertentangan dengan prinsip kedaulatan rakyat yang seharusnya menjadi landasan utama dalam setiap pemilihan umum.

Armuji menekankan bahwa pemilihan kepala daerah idealnya tetap dilaksanakan secara langsung oleh rakyat. Baginya, pilkada bukanlah sebuah forum yang seharusnya digelar di balik pintu tertutup, di mana hak suara hanya dibatasi dan ditentukan oleh segelintir elit politik.

“Jika kepala daerah dipilih melalui DPRD, calon tidak perlu lagi repot turun ke kampung, ke kelurahan, ke RW, dan RT. Cukup dengan melobi, berdebat di ruang tertutup, lalu melakukan pemungutan suara. Selesai,” ujar Armuji dalam keterangan tertulisnya.

Pengalaman pribadi Armuji sebagai mantan anggota DPRD Kota Surabaya periode 1999–2004 memberikannya perspektif mendalam mengenai dampak negatif dari sistem pemilihan kepala daerah melalui DPRD di masa lalu. Ia mengakui secara langsung merasakan bagaimana sistem pemilihan tidak langsung tersebut menciptakan jurang pemisah yang signifikan antara pemimpin dan masyarakat yang dipimpinnya.

Perbandingan Pilkada Langsung dan Tidak Langsung

Berbeda dengan proses pilkada langsung, di mana calon kepala daerah dituntut untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, mendengar berbagai keluhan, dan memaparkan gagasan secara terbuka, sistem melalui DPRD menghilangkan esensi tersebut.

  • Pilkada Langsung:

    • Calon kepala daerah wajib turun ke lapangan untuk berdialog langsung dengan warga.
    • Terjadi penyampaian gagasan dan program kerja secara terbuka.
    • Membangun ikatan moral dan rasa tanggung jawab yang kuat antara pemimpin dan rakyat.
    • Masyarakat merasa memiliki dan terlibat dalam pemilihan pemimpin mereka.
  • Pilkada Melalui DPRD:

    • Calon kepala daerah cukup melakukan lobi dan debat di ruang tertutup.
    • Keterlibatan langsung dengan masyarakat menjadi minimal atau bahkan tidak ada.
    • Ikatan moral dan rasa tanggung jawab terhadap rakyat menjadi renggang.
    • Masyarakat merasa terasing dan tidak memiliki pemimpin yang mereka pilih sendiri.

“Jika dipilih oleh DPRD, rakyat tidak akan merasa memiliki pemimpin. Kepala daerah pun akan merasa cukup bertanggung jawab kepada dewan melalui laporan tahunan. Ini adalah sebuah ancaman yang sangat berbahaya bagi kelangsungan demokrasi kita,” tegas Armuji.

Kontradiksi dengan Sistem Demokrasi Saat Ini

Mantan Ketua DPRD Kota Surabaya ini juga menilai bahwa rencana pilkada melalui DPRD sangat tidak sejalan dengan perkembangan sistem demokrasi yang telah berlaku saat ini. Ia menyoroti bahwa seluruh elemen pemerintahan, mulai dari presiden, anggota DPR RI, hingga anggota DPRD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, semuanya dipilih langsung oleh rakyat.

“Ini adalah sebuah kontradiksi yang jelas. DPR saja dipilih langsung oleh rakyat, namun kemudian kepala daerah mau dipilih oleh DPR? Ini jelas bukan sebuah kemajuan, melainkan sebuah kemunduran yang signifikan bagi demokrasi,” kritiknya.

Potensi Politik Uang dan Transaksional

Armuji juga membantah anggapan bahwa pilkada langsung lebih rentan terhadap praktik politik uang. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa praktik politik uang justru bisa terjadi, bahkan berpotensi lebih parah, jika pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD.

“Kalau dipilih oleh DPRD, politik uang tetap akan terjadi. Bahkan bisa dibilang lebih mudah dihitung dan dikendalikan, karena yang menentukan hanyalah sekitar 50 orang anggota DPRD. Transaksi semacam ini akan menjadi lebih tertutup dan sangat rawan terhadap praktik korupsi dan kolusi,” tegasnya.

Menurutnya, sistem pemilihan oleh DPRD justru membuka peluang yang sangat besar bagi praktik politik transaksional. Hal ini disebabkan oleh lingkaran pemilih yang sangat sempit dan minimnya transparansi dalam proses pengambilan keputusan.

Prinsip Kedaulatan Rakyat dan Penolakan Kemunduran Demokrasi

DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, di bawah kepemimpinan Armuji, menegaskan komitmennya untuk tetap teguh pada prinsip kedaulatan rakyat. Partai ini secara tegas menolak segala bentuk upaya yang dinilai dapat mengarah pada kemunduran demokrasi di Indonesia.

“Posisi kami sangat jelas: kepala daerah harus dipilih langsung oleh rakyat. Warga Surabaya memiliki hak untuk bertemu, menilai, dan menentukan sendiri siapa pemimpin yang mereka inginkan. Demokrasi tidak boleh kita biarkan mundur barang selangkah pun,” pungkas Armuji. Penegasan ini menunjukkan tekad kuat untuk menjaga agar proses demokrasi tetap berjalan sesuai dengan aspirasi dan kehendak mayoritas rakyat.

Wafaul

Wafaul

Related Posts

Pandji Pragiwaksono: Peradilan Adat Toraja Gantikan Sidang Pidana
Politik

Pandji Pragiwaksono: Peradilan Adat Toraja Gantikan Sidang Pidana

Februari 17, 2026
Afriansyah Noor: Pertemuan Wamenaker dengan Jokowi Bahas Ijazah dan Prabowo-Gibran
Politik

Afriansyah Noor: Pertemuan Wamenaker dengan Jokowi Bahas Ijazah dan Prabowo-Gibran

Februari 17, 2026
Rapat DPR-Pemerintah: Polemik Penonaktifan PBI BPJS
Politik

Rapat DPR-Pemerintah: Polemik Penonaktifan PBI BPJS

Februari 17, 2026
Next Post
Nestle Hentikan Impor S-26 Promil Gold: Perintah BPOM

Nestle Hentikan Impor S-26 Promil Gold: Perintah BPOM

Densu Terheran: Bobby Broken Strings, Ampuni Aku Tuhan!

Densu Terheran: Bobby Broken Strings, Ampuni Aku Tuhan!

Cinta Mati Como: Fabregas Tak Butuh Kontrak Lain

Cinta Mati Como: Fabregas Tak Butuh Kontrak Lain

Discussion about this post

Follow Us

Recommended

Family School Fee Discounts: Even High Earners Can Save

Family School Fee Discounts: Even High Earners Can Save

2 bulan ago
6 rekomendasi drama Korea yang dibintangi Shin Min Ah, wajib masuk daftar tontonan

6 rekomendasi drama Korea yang dibintangi Shin Min Ah, wajib masuk daftar tontonan

1 bulan ago
Atasi Jerawat PCOS: Kunci Sabun Wajah Lembut

Atasi Jerawat PCOS: Kunci Sabun Wajah Lembut

2 minggu ago
Sekda Kota Batam Terima Kunjungan Kerja Profesi Pasis Sespimmen Polri Ke-64

Sekda Kota Batam Terima Kunjungan Kerja Profesi Pasis Sespimmen Polri Ke-64

2 tahun ago
No Result
View All Result

Highlights

Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Gedung Satintelkam Polresta Barelang Masuk Pengawasan Kejari Batam

PLN Batam Hadirkan Program “Lentera Ramadan”, Tambah Daya Spesial Hanya Rp144.700

6,13 Miliar Mengalir, Gedung Intelkam Polresta Barelang Molor: Progres Baru 50 Persen

Ramalan Zodiak Aries & Taurus 9 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Trending

Ditertibkan PKL Liar Seputaran Hotel 01, Oknum Pengendali Lapak PKL Tak Berdaya”
Berita

Ditertibkan PKL Liar Seputaran Hotel 01, Oknum Pengendali Lapak PKL Tak Berdaya”

by Admin
Maret 1, 2026
0

https://youtu.be/upE76Ggt5r4?si=r5MTGAISK6RUSbEz   Wajahbatamnews,- penertiban kawasan buffer zone kembali memanas. Di depan Hotel 01 Batam, Minggu sore 1...

Dicatut Dalam Sidang Narkotika, Kuasa Hukum PT WIB: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta!”

Dicatut Dalam Sidang Narkotika, Kuasa Hukum PT WIB: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta!”

Maret 1, 2026
Aparat Saling Bantah Atas Molornya Pembangunan Gedung intelkam Polresta Barelang

Aparat Saling Bantah Atas Molornya Pembangunan Gedung intelkam Polresta Barelang

Februari 23, 2026
Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Februari 21, 2026
Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Februari 20, 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kode Etik

Copyright © 2025 wajahbatamnews.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz

Copyright © 2025 wajahbatamnews.co.id