revitalisasi Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh Banjarmasin Dimulai
Pemerintah Kota Banjarmasin telah memulai upaya revitalisasi Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh yang berlokasi di kota tersebut. Proses pembenahan ini ditandai dengan aktivitas fisik di lapangan, di mana sejumlah pekerja terlihat melakukan pencangkulan tanah di area taman, dan alat berat juga dikerahkan untuk mendukung pekerjaan.
Progres perbaikan dan pembenahan taman ini secara langsung ditinjau oleh Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR. Kunjungan yang dilakukan pada Sabtu, 17 Januari 2026, ini bertujuan untuk memastikan bahwa fasilitas taman terus ditingkatkan demi memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh masyarakat yang berkunjung.
Dalam keterangannya, Wali Kota Yamin menyampaikan optimisme terhadap perkembangan taman. Ia menyatakan bahwa kondisi taman saat ini sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan, terutama setelah area taman dibuka sehingga sirkulasi udara terasa lebih lancar dan segar.
“Hal-hal kecil harus segera diperbaiki. Jangan menunggu rusak parah atau menunggu anggaran,” tegas Wali Kota Yamin. Ia menekankan pentingnya tindakan proaktif dalam pemeliharaan. “Kalau yang kecil diperhatikan sejak awal, insya Allah tidak akan menjadi masalah besar ke depannya.”
Peran Petugas dan Tanggung Jawab Bersama
Lebih lanjut, Wali Kota Yamin menyoroti peran krusial para petugas yang bertugas di kawasan Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh. Ia secara khusus menekankan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam menjaga dan merawat fasilitas yang ada di taman tersebut. Menurutnya, kenyamanan pengunjung adalah tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama oleh semua pihak.
Visi Pengembangan Taman Edukasi dan Rekreasi
Pemerintah Kota Banjarmasin memiliki visi besar untuk mengembangkan kawasan Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh menjadi sebuah destinasi edukasi dan rekreasi unggulan bagi masyarakat. Konsep taman edukasi ini akan diperkaya dengan keberadaan berbagai jenis satwa, khususnya burung-burung yang tidak termasuk dalam kategori satwa yang dilindungi. Pemilihan jenis satwa ini juga akan disesuaikan dengan ketentuan luasan area taman yang saat ini berkisar antara 1,6 hingga 1,8 hektare.
“Kita ingin taman ini menjadi pilihan masyarakat Banjarmasin untuk bersantai dan melepas lelah, serta menjadi sarana edukasi bagi anak-anak, khususnya di akhir pekan,” harap Wali Kota Yamin. Harapan ini mencerminkan keinginan untuk menjadikan taman sebagai ruang publik yang multifungsi, bukan hanya tempat bermain tetapi juga sebagai pusat pembelajaran yang menyenangkan.
Peluang Kolaborasi untuk Peningkatan Fasilitas
Untuk mendukung rencana pengembangan fasilitas taman, Wali Kota Banjarmasin juga secara aktif membuka pintu bagi peluang kerja sama dengan berbagai pihak swasta. Kolaborasi ini diharapkan dapat terwujud melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Pemerintah kota mengundang perusahaan, lembaga perbankan, dan seluruh pelaku usaha yang beroperasi di Kota Banjarmasin untuk turut berkontribusi. Kontribusi tersebut diharapkan dapat membantu dalam pembenahan fasilitas-fasilitas yang mungkin belum sepenuhnya terakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya taman yang ideal.
Saat ini, pembenahan Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh ditargetkan dapat rampung sebelum perayaan Hari Jadi Banjarmasin yang jatuh pada tahun 2026. Dengan target waktu yang telah ditetapkan, diharapkan taman ini dapat diresmikan dan segera dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Proses revitalisasi ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Banjarmasin untuk meningkatkan kualitas ruang publik, memberikan sarana edukasi yang interaktif, serta menyediakan destinasi rekreasi yang nyaman dan menyenangkan bagi seluruh warga kota dan pengunjung dari luar daerah. Dengan perhatian yang diberikan pada detail kecil dan potensi kolaborasi, Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh diharapkan akan bertransformasi menjadi salah satu ikon kebanggaan Banjarmasin.

















Discussion about this post