Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat memadati Alun-alun Brebes pada Sabtu, 17 Januari 2026, untuk berpartisipasi dalam sebuah gelaran lomba tradisional yang tidak hanya menguji sportivitas, tetapi juga kaya akan nilai budaya lokal. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes, sebuah momen penting yang dirayakan dengan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan ini disambut antusias oleh berbagai perwakilan, mulai dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga masyarakat umum. Keikutsertaan yang beragam ini menunjukkan betapa permainan rakyat masih memiliki tempat di hati masyarakat Brebes, melintasi batas usia dan latar belakang.
Permainan Rakyat yang Menghidupkan Semangat Kebersamaan
Berbagai jenis permainan rakyat dipilih untuk dilombakan, masing-masing memiliki keunikan dan tantangan tersendiri yang mengundang gelak tawa dan sorak-sorai penonton. Permainan yang dipertandingkan antara lain:
-
Umpak Bambu: Permainan yang membutuhkan koordinasi dan keseimbangan tim. Para peserta harus melangkah harmonis di atas bambu yang digerakkan secara bergantian, menguji kekompakan dan komunikasi antaranggota tim.
-
Terompah Panjang: Lomba estafet yang mengharuskan peserta berlari menggunakan alas kaki raksasa yang disambung. Satu langkah yang tidak serentak dapat membuat seluruh tim terjatuh, menjadikan permainan ini sarat akan strategi dan kerja sama tim yang solid.
-
Balap Karung: Sebuah permainan klasik yang selalu berhasil membangkitkan semangat kompetisi dan kegembiraan. Peserta berlomba memasukkan kaki ke dalam karung dan melompat sejauh mungkin menuju garis finis, menguji kelincahan dan daya tahan.
-
Estafet Enggrang: Permainan menggunakan tongkat berkaki dua ini menuntut keseimbangan dan konsentrasi tinggi. Peserta harus berjalan menggunakan enggrang dari satu titik ke titik lain, lalu menyerahkannya kepada rekan satu tim, sebuah tantangan yang memacu adrenalin.
Peran Pejabat dalam Merajut Kebersamaan
Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran Wakil Bupati Brebes beserta Ketua Dekranasda Kabupaten Brebes. Kehadiran para petinggi daerah ini tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga sebagai bagian aktif dari kemeriahan.
Turut mendampingi jajaran panitia yang terdiri dari Ketua Seksi Lomba, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), serta Sekretaris Satpol PP Kabupaten Brebes. Keberadaan mereka memastikan kelancaran acara dan menjadi saksi langsung semangat yang ditunjukkan oleh para peserta.
Wakil Bupati Brebes, Wurja, dalam sambutannya menekankan makna mendalam dari gelaran lomba tradisional ini. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi semata, melainkan sebuah upaya serius untuk melestarikan kekayaan budaya lokal yang semakin tergerus oleh perkembangan zaman.
“Melalui lomba tradisional ini, kita ingin mempererat silaturahmi antarinstansi dan masyarakat,” ujar beliau. Pernyataan ini menegaskan bahwa esensi dari acara ini adalah membangun jembatan komunikasi dan keakraban di antara berbagai elemen yang ada di Kabupaten Brebes.
Lebih lanjut, beliau menambahkan, “Lomba ini juga sekaligus menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap permainan asli daerah di tengah gempuran era digital.” Ini merupakan pengingat penting akan perlunya menjaga warisan budaya leluhur agar tidak punah dan tetap relevan bagi generasi penerus. Di era serba digital ini, permainan tradisional menawarkan alternatif kegiatan yang lebih interaktif, menyehatkan, dan sarat makna.
Wurja berharap, momentum Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh warga untuk terus bersatu padu dalam membangun Kabupaten Brebes menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera. Semangat persatuan dan gotong royong menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
Semarak dan Euforia di Alun-alun Brebes
Suasana Alun-alun Brebes benar-benar hidup. Gelak tawa dan sorak-sorai peserta maupun penonton saling bersahutan, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat. Terlebih lagi, momen ketika para pejabat daerah turut serta mencoba permainan Balap Karung bersama peserta lainnya, menambah semarak dan memberikan kesan bahwa tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyatnya dalam perayaan ini. Antusiasme penonton yang memadati alun-alun semakin menambah semarak perayaan Hari Jadi Kabupaten Brebes.
Setelah melalui serangkaian kompetisi yang berlangsung sengit namun penuh sportifitas, panitia secara resmi mengumumkan daftar para pemenang. Puncak acara ditandai dengan penyerahan trophy (piala) serta uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh panitia seksi lomba kepada para juara. Momen ini menjadi penanda keberhasilan dan apresiasi atas kerja keras serta semangat juang para peserta.

















Discussion about this post