Pelatih interim Thailand, Anthony Hudson, menyadari kesamaan posisinya dengan juru taktik baru Timnas Indonesia, John Herdman. Keduanya sama-sama baru mengemban tugas sebagai nakhoda tim nasional masing-masing, sebuah situasi yang membuat Hudson memprediksi persaingan di ASEAN Championship 2026 akan berlangsung ketat dan seimbang.
Anthony Hudson secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih Thailand pada 22 Oktober 2025. Sebagai mantan pelatih Timnas Amerika Serikat, ia baru sebentar menukangi “Gajah Perang”. Kondisi ini sangat mirip dengan John Herdman, yang baru saja diperkenalkan kepada publik sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 13 Januari 2026.
“Ya, baiklah. Dalam hal teknis saya juga pelatih baru,” ujar Anthony Hudson kepada awak media di Jakarta. Ia merasa bahwa situasinya saat ini setara dengan John Herdman.
Menyusul pengundian grup untuk ASEAN Championship 2026, Hudson menyampaikan pesannya kepada Herdman. Ia menilai bahwa persaingan di turnamen ini akan merata, meskipun Thailand dan Indonesia tidak berada dalam satu grup.
Pembagian Grup dan Prediksi Persaingan
Timnas Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan pemenang babak play-off antara Brunei Darussalam dan Timor Leste. Sementara itu, Thailand berada di Grup B bersama Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Laos.
Hudson bersyukur Thailand tidak berada satu grup dengan Indonesia. Namun, ia mengingatkan John Herdman untuk mempersiapkan timnya dengan matang. Hudson percaya bahwa menghadapi turnamen ini akan menjadi tantangan yang tidak mudah bagi semua pelatih, terutama karena jadwal pelaksanaannya yang tidak bertepatan dengan FIFA Matchday.
Tantangan Pelaksanaan Turnamen di Luar FIFA Matchday
Periode penyelenggaraan ASEAN Championship 2026 menjadi catatan penting bagi setiap tim yang ingin meraih kemenangan atau bahkan menjuarai turnamen ini.
-
Persiapan Pemain Kunci: Anthony Hudson menekankan bahwa keberhasilan tim akan sangat bergantung pada bagaimana pelatih mempersiapkan para pemainnya. Kemampuan untuk mendapatkan pemain-pemain terbaik akan menjadi faktor penentu.
“Saya rasa semuanya akan bergantung pada bagaimana Anda mempersiapkan para pemain, tim mana yang bisa mendapatkan pemain-pemain terbaik mereka, karena ini adalah periode yang cukup sulit,” kata Hudson. -
Kendala Pemanggilan Pemain Diaspora: Mantan pelatih Timnas Selandia Baru ini mengungkapkan bahwa Thailand juga akan menghadapi kesulitan dalam memanggil pemain keturunan atau diaspora yang bermain di luar negeri. Klub tidak memiliki kewajiban untuk melepas pemain mereka untuk turnamen yang tidak masuk dalam kalender FIFA Matchday.
Situasi ini diperkirakan tidak hanya dialami oleh Thailand. Timnas Indonesia, yang memiliki banyak pemain yang berkarier di Eropa, juga diprediksi tidak akan bisa membentuk komposisi tim terbaiknya. Pemain seperti Jay Idzes, Emil Audero, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Justin Hubner, Miliano Jonathan, hingga Dean James kemungkinan besar akan sulit dipanggil untuk memperkuat timnas di ASEAN Championship 2026.
-
Dampak pada Keseimbangan Persaingan: Hudson yakin bahwa kendala dalam pemanggilan pemain diaspora inilah yang akan membuat persaingan di Piala AFF mendatang menjadi lebih seimbang.
“Jelas akan ada masalah dengan pemain diaspora yang berkarier di luar negeri karena waktu penyelenggaraan tahun ini,” jelas Anthony Hudson. “Jadi saya rasa hal-hal kecil seperti ini mungkin akan membuat persaingan menjadi seimbang,” tuturnya.
Dengan demikian, meskipun kedua tim memiliki pelatih baru, tantangan yang dihadapi dalam mempersiapkan skuad untuk ASEAN Championship 2026 akan menjadi faktor penentu utama. Hal ini berpotensi menciptakan sebuah turnamen yang lebih kompetitif dan tidak terduga, di mana strategi dan adaptasi pelatih akan diuji secara maksimal.

















Discussion about this post