Wajah Batam News
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz
No Result
View All Result
Wajah Batam News
No Result
View All Result
Home Kriminal

Siswa Vs. Guru: Pengeroyokan Jambi, Prince & Agus Murka Disebut Pak Guru

Wafaul by Wafaul
Januari 19, 2026
in Kriminal
0
Siswa Vs. Guru: Pengeroyokan Jambi, Prince & Agus Murka Disebut Pak Guru
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemicu Perkelahian Guru dan Siswa di SMKN 3 Berbak: Bising Kelas Berujung Aksi Kekerasan

Sebuah insiden kekerasan yang melibatkan seorang guru dan sejumlah siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, telah menimbulkan keprihatinan luas. Peristiwa yang berawal dari keributan di dalam kelas ini kemudian berkembang menjadi aksi pengeroyokan yang melibatkan beberapa siswa terhadap guru tersebut. Salah satu siswa yang mengaku terlibat, Muhammad Lupi Fadila, memberikan keterangan mengenai kronologi kejadian yang menurutnya memicu kemarahan hingga berujung pada tindakan kekerasan fisik di lingkungan sekolah.

Menurut penuturan Lupi, akar permasalahan muncul saat suasana di dalam kelas menjadi sangat bising menjelang akhir jam pelajaran. Dalam upaya meredakan kegaduhan, Lupi mengaku secara spontan meneriakkan agar teman-temannya menghentikan kebisingan. Namun, teriakan tersebut justru menarik perhatian guru yang bersangkutan, yang kemudian masuk ke dalam kelas tanpa izin dari guru yang sedang mengajar.

“Tiba-tiba beliau masuk ke kelas, langsung tanya siapa yang bilang ‘woi’. Saya jawab ‘saya, Prince’, lalu saya ke depan dan langsung ditampar,” ungkap Lupi, menggambarkan awal mula ketegangan. Ia menjelaskan bahwa panggilan “Prince” bukanlah bentuk pelecehan, melainkan sebutan yang justru pernah diminta oleh guru tersebut. Lebih lanjut, Lupi menambahkan bahwa guru tersebut kerap menunjukkan ketidaksenangan jika dipanggil dengan sebutan “Bapak”, dan “Prince” sendiri merupakan kata dalam bahasa Inggris yang berarti pangeran.

Situasi semakin memanas ketika para siswa merasa guru tersebut telah bertindak tidak pantas dan dianggap menghina orang tua salah satu siswa. Tuntutan agar guru tersebut meminta maaf pun dilontarkan oleh para siswa. Upaya mediasi yang dilakukan oleh guru lain dan pihak komite sekolah sempat dilakukan, namun tampaknya tidak berhasil meredakan ketegangan yang sudah terlancur memuncak.

Puncak dari insiden ini dilaporkan terjadi di area kantor sekolah. Lupi mengklaim bahwa guru tersebut kembali menunjukkan sikap provokatif dengan mengejek para siswa sambil tersenyum sinis. Ketika Lupi mendekat untuk meminta klarifikasi lebih lanjut mengenai ucapan tersebut, ia mengaku kembali menjadi korban kekerasan fisik, kali ini di bagian hidungnya.

“Pas saya di depan, dia langsung meninju hidung saya. Teman-teman yang melihat spontan bereaksi. Kalau tidak ada pukulan itu, tidak akan ada pengeroyokan,” tegas Lupi. Ia menekankan bahwa aksi pengeroyokan yang terjadi kemudian merupakan reaksi spontan dari para siswa sebagai respons atas dugaan kekerasan fisik yang dialaminya, baik yang terjadi di dalam kelas maupun di area kantor sekolah.

Guru Laporkan Kejadian ke Polda Jambi, Cari Keadilan Melalui Jalur Hukum

Berbeda dengan keterangan dari sisi siswa, guru mata pelajaran Bahasa Inggris yang menjadi korban pengeroyokan, Agus Saputra, memilih untuk menempuh jalur hukum guna mendapatkan keadilan. Agus secara resmi melaporkan insiden tersebut ke Kepolisian Daerah (Polda) Jambi pada Kamis malam (15/1/2026). Laporan tersebut disertai dengan bukti hasil visum et repertum, yang menunjukkan adanya luka-luka akibat kekerasan yang dialaminya.

Proses pemeriksaan di Polda Jambi berlangsung selama kurang lebih lima jam. Agus Saputra didampingi oleh kakak kandungnya, Nasir, selama menjalani serangkaian pemeriksaan tersebut. Dalam keterangannya kepada pihak kepolisian, Agus Saputra melaporkan bahwa ia mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya, termasuk wajah, tangan, dan punggung. Selain luka fisik, ia juga mengaku mengalami trauma psikologis yang mendalam, terutama setelah video yang merekam aksi pengeroyokan tersebut menjadi viral di media sosial dan tersebar luas.

“Kondisi adik saya sedikit pusing. Kami melapor karena adik saya dirugikan secara mental dan psikis, terlebih setelah kejadian ini viral di media sosial,” ujar Nasir, kakak dari Agus Saputra. Ia menambahkan bahwa hasil visum yang telah diperoleh menunjukkan adanya bekas lebam yang akan menjadi bukti penting dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Laporan pidana yang diajukan oleh Agus Saputra ditujukan kepada lebih dari satu orang siswa yang teridentifikasi dalam video viral tersebut. Hingga saat ini, kasus pengeroyokan yang menimpa guru di SMKN 3 Berbak ini masih dalam tahap penanganan serius oleh aparat kepolisian. Kejadian ini juga menjadi perhatian khusus dari instansi pendidikan setempat yang berupaya untuk mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa tersebut. Tujuannya adalah untuk memastikan adanya penyelesaian yang adil dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, serta untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Dampak dan Upaya Penyelesaian Kasus

Insiden ini menyoroti kompleksitas masalah yang bisa muncul di lingkungan sekolah, mulai dari dinamika interaksi antara guru dan siswa hingga bagaimana sebuah kesalahpahaman kecil dapat berujung pada eskalasi kekerasan. Viralitas video pengeroyokan di media sosial turut menambah dimensi baru dalam penanganan kasus ini, memberikan tekanan publik dan kebutuhan akan transparansi dalam proses hukum.

Pihak kepolisian diharapkan dapat melakukan investigasi yang mendalam dan objektif, mempertimbangkan semua bukti dan keterangan dari kedua belah pihak untuk mencapai kebenaran materiil. Selain itu, peran serta dari dinas pendidikan dan sekolah sangat krusial dalam memberikan pendampingan, baik bagi korban maupun bagi siswa yang terlibat, serta dalam mengevaluasi kembali prosedur dan kebijakan sekolah terkait disiplin dan penanganan konflik.

Diharapkan pula agar kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak di dunia pendidikan, baik guru, siswa, maupun orang tua, mengenai pentingnya komunikasi yang efektif, pengelolaan emosi, serta pemahaman terhadap hak dan kewajiban masing-masing untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif. Upaya mediasi dan pembinaan karakter yang lebih intensif mungkin perlu ditingkatkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Wafaul

Wafaul

Related Posts

Bahar Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Tangerang
Kriminal

Bahar Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Tangerang

Februari 7, 2026
Akun Jualan Whip Pink Hilang Pasca Sita Polisi Kasus Lula Lahfah
Kriminal

Akun Jualan Whip Pink Hilang Pasca Sita Polisi Kasus Lula Lahfah

Februari 6, 2026
Masiman Tikam Rekan Kerja Hingga Tewas Pasca Cekcok
Kriminal

Masiman Tikam Rekan Kerja Hingga Tewas Pasca Cekcok

Februari 6, 2026
Next Post
Persiraja vs PSMS: Siaran Langsung & Hasil Cepat Malam Ini

Persiraja vs PSMS: Siaran Langsung & Hasil Cepat Malam Ini

Pelatih Thailand: Setara Herdman di Timnas, Ini Alasannya

Pelatih Thailand: Setara Herdman di Timnas, Ini Alasannya

IHSG: Proyeksi Koreksi Terbatas & Saham Pilihan Senin

IHSG: Proyeksi Koreksi Terbatas & Saham Pilihan Senin

Discussion about this post

Follow Us

Recommended

Polres Ponorogo ungkap fakta mengejutkan soal kecelakaan pelajar

Polres Ponorogo ungkap fakta mengejutkan soal kecelakaan pelajar

2 bulan ago
PT Asli Gadai Sejahtera Diduga Terlibat Penggelapan Kendaraan, Somasi Resmi Dilayangkan

PT Asli Gadai Sejahtera Diduga Terlibat Penggelapan Kendaraan, Somasi Resmi Dilayangkan

5 bulan ago
Launching Restoran Gurindam Hotel Santika

Launching Restoran Gurindam Hotel Santika

3 tahun ago
Family School Fee Discounts: Even High Earners Can Save

Family School Fee Discounts: Even High Earners Can Save

2 bulan ago
No Result
View All Result

Highlights

Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Gedung Satintelkam Polresta Barelang Masuk Pengawasan Kejari Batam

PLN Batam Hadirkan Program “Lentera Ramadan”, Tambah Daya Spesial Hanya Rp144.700

6,13 Miliar Mengalir, Gedung Intelkam Polresta Barelang Molor: Progres Baru 50 Persen

Ramalan Zodiak Aries & Taurus 9 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Trending

Ditertibkan PKL Liar Seputaran Hotel 01, Oknum Pengendali Lapak PKL Tak Berdaya”
Berita

Ditertibkan PKL Liar Seputaran Hotel 01, Oknum Pengendali Lapak PKL Tak Berdaya”

by Admin
Maret 1, 2026
0

https://youtu.be/upE76Ggt5r4?si=r5MTGAISK6RUSbEz   Wajahbatamnews,- penertiban kawasan buffer zone kembali memanas. Di depan Hotel 01 Batam, Minggu sore 1...

Dicatut Dalam Sidang Narkotika, Kuasa Hukum PT WIB: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta!”

Dicatut Dalam Sidang Narkotika, Kuasa Hukum PT WIB: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta!”

Maret 1, 2026
Aparat Saling Bantah Atas Molornya Pembangunan Gedung intelkam Polresta Barelang

Aparat Saling Bantah Atas Molornya Pembangunan Gedung intelkam Polresta Barelang

Februari 23, 2026
Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Februari 21, 2026
Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Februari 20, 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kode Etik

Copyright © 2025 wajahbatamnews.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz

Copyright © 2025 wajahbatamnews.co.id