Pergerakan Wisatawan Nusantara ke Sumatera Barat: Tren Naik di Tengah Dinamika Sektor Perhotelan
Sumatera Barat terus menunjukkan geliat pariwisata yang menarik menjelang akhir tahun 2025. Data terbaru pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada bulan November 2025 mencatat lonjakan signifikan, menegaskan peran vital wisatawan domestik dalam menopang sektor pariwisata provinsi ini. Meskipun demikian, angka-angka ini hadir bersamaan dengan beberapa indikator lain yang menunjukkan adanya dinamika yang kompleks, khususnya terkait tingkat hunian hotel dan rata-rata lama menginap.
Pada November 2025, total perjalanan wisnus ke Sumatera Barat mencapai angka impresif, yaitu 1.666.644 perjalanan. Angka ini tidak hanya menunjukkan volume kunjungan yang tinggi, tetapi juga mengindikasikan adanya pertumbuhan sebesar 0,31 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Oktober 2025. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas pariwisata domestik tetap aktif dan terus bergerak, bahkan di tengah fluktuasi yang mungkin terjadi dalam industri pariwisata secara keseluruhan. Data ini, yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, menjadi gambaran utama bagaimana wisnus menjadi tulang punggung utama dalam pergerakan pariwisata di wilayah ini.
Pergerakan wisnus ini tidak terkonsentrasi pada satu titik saja, melainkan tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Namun, pola umum menunjukkan bahwa konsentrasi terbesar kunjungan wisnus cenderung berada di wilayah perkotaan serta kawasan-kawasan yang menjadi penyangga bagi destinasi pariwisata unggulan di provinsi tersebut.
Kota Padang: Magnet Utama Perjalanan Wisnus
Kota Padang kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi paling diminati oleh wisatawan nusantara di Sumatera Barat pada bulan November 2025. Sepanjang periode tersebut, tercatat sebanyak 406.920 perjalanan wisnus yang menjadikan Kota Padang sebagai tujuan utama mereka. Angka ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik ibu kota provinsi ini bagi para pelancong domestik.
Meskipun demikian, menarik untuk dicatat bahwa jumlah perjalanan ke Kota Padang pada bulan November 2025 mengalami sedikit penurunan sebesar 3,58 persen jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2025. Penurunan parsial ini terjadi di tengah tren kenaikan total perjalanan wisnus ke Sumatera Barat secara keseluruhan. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun Kota Padang masih menjadi primadona, ada pergeseran atau pendistribusian minat kunjungan ke daerah lain yang mungkin mengalami pertumbuhan lebih pesat.
Kabupaten Agam: Kontributor Signifikan Lainnya
Selain Kota Padang, Kabupaten Agam juga menorehkan kontribusi yang sangat signifikan dalam peta pergerakan wisnus ke Sumatera Barat. Pada bulan November 2025, tercatat sebanyak 141.524 perjalanan wisnus yang memilih Kabupaten Agam sebagai tujuan mereka. Angka ini menempatkan Agam sebagai salah satu daerah kunci yang sangat berperan dalam mendorong total kunjungan wisatawan domestik di provinsi ini.
Meskipun demikian, data BPS juga mencatat adanya sedikit penurunan kunjungan wisnus ke Kabupaten Agam, yaitu sebesar 2,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, seperti halnya Kota Padang, penurunan ini tidak serta-merta mengurangi signifikansi Agam sebagai destinasi favorit.
Dinamika Sektor Perhotelan: Penurunan Tingkat Hunian dan Rata-rata Lama Menginap
Seiring dengan pergerakan wisnus yang menunjukkan tren naik, sektor perhotelan di Sumatera Barat pada bulan November 2025 justru mencatat beberapa indikator yang menunjukkan adanya penurunan. Tingkat hunian hotel berbintang di Sumatera Barat pada bulan tersebut tercatat sebesar 45,55 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,60 poin dibandingkan dengan bulan Oktober 2025.
Sementara itu, hotel non-bintang menunjukkan tingkat hunian yang lebih rendah, yaitu sebesar 14,42 persen, yang juga mengalami penurunan bulanan sebesar 0,90 poin. Penurunan tingkat hunian ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk musim liburan yang mungkin belum mencapai puncaknya, atau preferensi wisatawan yang mungkin lebih memilih akomodasi alternatif.
Indikator lain yang juga mengalami penurunan adalah rata-rata lama menginap tamu. Pada bulan November 2025, rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang Sumatera Barat tercatat selama 1,26 malam. Angka ini lebih rendah 0,06 malam dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan ini bisa mengindikasikan bahwa wisatawan cenderung melakukan kunjungan yang lebih singkat.
Namun, jika dirinci lebih lanjut, terdapat perbedaan menarik antara tamu asing dan tamu domestik terkait lama menginap. Rata-rata lama menginap tamu asing tercatat selama 1,66 malam, yang justru menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, tamu domestik mencatatkan rata-rata lama menginap selama 1,25 malam.
Lebih spesifik lagi, berdasarkan kelas hotel, tamu asing tercatat memiliki durasi menginap tertinggi di hotel bintang empat, yaitu selama 2,20 malam. Untuk tamu domestik, hotel bintang empat juga menjadi pilihan dengan durasi menginap tertinggi, yakni 1,33 malam. Perbedaan ini bisa mencerminkan pola perjalanan dan prioritas pengeluaran antara kedua kelompok wisatawan tersebut.
Meskipun ada penurunan dalam tingkat hunian hotel dan rata-rata lama menginap, capaian jumlah perjalanan wisnus yang menembus lebih dari 1,66 juta perjalanan pada November 2025 tetap menjadi faktor penentu utama dalam dinamika pariwisata Sumatera Barat. Pergerakan wisatawan nusantara ini menjadi penopang kuat bagi geliat ekonomi lokal dan menunjukkan bahwa provinsi ini terus menjadi destinasi yang menarik bagi masyarakat Indonesia.
Rincian Pergerakan Wisnus per Kabupaten/Kota (November 2025)
Berikut adalah rincian jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menurut kabupaten/kota tujuan di Sumatera Barat pada bulan November 2025, beserta perbandingannya dengan bulan Oktober 2025:
- Padang: 406.920 perjalanan (turun 3,58 persen)
- Agam: 141.524 perjalanan (turun 2,23 persen)
- Bukittinggi: 124.970 perjalanan (naik 2,31 persen)
- Kabupaten Solok: 117.130 perjalanan (turun 1,65 persen)
- Padang Pariaman: 112.940 perjalanan (naik 2,32 persen)
- Lima Puluh Kota: 99.660 perjalanan (naik 3,22 persen)
- Tanah Datar: 98.480 perjalanan (naik 0,30 persen)
- Pesisir Selatan: 74.690 perjalanan (naik 4,31 persen)
- Sijunjung: 69.210 perjalanan (naik 17,32 persen)
- Pasaman Barat: 61.640 perjalanan (naik 14,19 persen)
- Lainnya: 359.490 perjalanan (turun 1,17 persen)
Secara total, jumlah perjalanan wisnus ke Sumatera Barat pada November 2025 tercatat sebanyak 1.666.644 perjalanan, yang menunjukkan kenaikan sebesar 0,31 persen dibandingkan dengan bulan Oktober 2025.

















Discussion about this post