Gangguan Perjalanan Kereta Api Akibat Banjir: Pembatalan dan Upaya Pemulihan
Jakarta – Kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa telah menimbulkan dampak signifikan pada operasional perkeretaapian. Khususnya di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu, 21 Januari 2026, tercatat tujuh perjalanan kereta api yang berangkat dari dan menuju stasiun tersebut terpaksa dibatalkan. Keputusan ini diambil sebagai langkah mitigasi dan pemulihan pasca-banjir yang melanda jalur kereta api.
Rincian Pembatalan Perjalanan Kereta Api
VP Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, Anne Purba, menjelaskan bahwa pembatalan dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan aspek keselamatan. “Sebagai bagian dari penguatan aspek keselamatan, KAI masih melakukan pembatalan beberapa perjalanan kereta api pada hari ini, Selasa (20/1/2026), serta sebagian perjalanan pada Rabu (21/1),” ujar Anne dalam keterangan tertulisnya.
Adapun rincian tujuh perjalanan kereta api yang dibatalkan pada Rabu (21/1/2026) adalah sebagai berikut:
- KA 50F – 51F Purwojaya: Relasi Gambir – Cilacap
- KA 56F – 53F Purwojaya: Relasi Cilacap – Gambir
- KA 58F – 59F Purwojaya: Relasi Gambir – Cilacap
- KA 60F – 57F Purwojaya: Relasi Cilacap – Gambir
- KA 7001A Gajayana Tambahan: Relasi Malang – Gambir
- KA 7002A Gajayana Tambahan: Relasi Gambir – Malang
- KA 7003A Sembrani Tambahan: Relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir
Sebelumnya, pada hari Selasa (20/1/2026), KAI juga telah membatalkan sembilan perjalanan kereta api. Meskipun terjadi pembatalan, KAI menegaskan bahwa perjalanan kereta api lainnya tetap beroperasi dengan pengaturan operasional yang telah disesuaikan berdasarkan evaluasi teknis di lapangan.
Perkembangan Pemulihan Operasional
Anne Purba menambahkan bahwa pemulihan operasional perjalanan kereta api pascapenanganan banjir dan cuaca ekstrem terus menunjukkan perkembangan positif. Secara umum, operasional perkeretaapian berangsur membaik, dan tingkat kelambatan perjalanan kereta api terus menurun dari hari ke hari.
Hal ini tercermin dari catatan capaian ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) kereta api jarak jauh pada periode 19 Januari 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Januari 2026 pukul 08.00 WIB.
- Dari 227 perjalanan kereta api yang berangkat, sebanyak 216 kereta api berhasil berangkat tepat waktu, mencapai 95,15 persen.
- Sebanyak 11 kereta api mengalami keterlambatan.
- Untuk kedatangan, dari 244 perjalanan kereta api, sebanyak 209 kereta api tiba tepat waktu, mencapai 85,66 persen.
- Sebanyak 35 kereta api mengalami keterlambatan kedatangan.
Penyebab Gangguan dan Titik Terdampak
Gangguan operasional pada jalur kereta api sebelumnya dipicu oleh curah hujan yang tinggi dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Secara khusus, perlintasan jalur kereta api di Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta menjadi area yang terdampak genangan air akibat kondisi tersebut.
Salah satu titik kritis yang dilaporkan terdampak adalah petak jalan antara Pekalongan dan Sragi. Area ini mengalami genangan akibat luapan sungai dan jebolnya tanggul. Kondisi ini memerlukan pengaturan operasional khusus serta pemeriksaan teknis berlapis untuk memastikan lintasan dan sarana kereta api benar-benar aman untuk dilalui.
Jaminan Hak Pelanggan
KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pembatalan perjalanan kereta api. KAI menegaskan bahwa hak-hak pelanggan tetap dijamin melalui mekanisme service recovery dan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi resmi terkini, serta layanan pembelian dan pengembalian tiket, KAI menyediakan beberapa kanal akses:
- Aplikasi Access by KAI melalui fitur Pusat Bantuan.
- Contact Center KAI 121.
- WhatsApp di nomor 0811-2223-3121.
- Email ke cs@kai.id.
- Melalui media sosial resmi KAI.

















Discussion about this post