Wajah Batam News
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz
No Result
View All Result
Wajah Batam News
No Result
View All Result
Home Human Interest

Ki Cahyo Kuntadi: Konsisten Lestarikan Seni Jawa

Wafaul by Wafaul
Februari 3, 2026
in Human Interest
0
Ki Cahyo Kuntadi: Konsisten Lestarikan Seni Jawa
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ki Cahyo Kuntadi: Sang Penjaga Api Wayang Kulit di Era Modern

Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, seni pertunjukan tradisional Jawa, wayang kulit, menghadapi tantangan eksistensial. Namun, semangat para seniman seperti Ki Cahyo Kuntadi menjadi mercusuar harapan. Beliau adalah seorang dalang wayang kulit yang tidak hanya mahir dalam memainkan boneka kulit, tetapi juga seorang penjaga setia warisan budaya ini, berjuang keras agar wayang kulit tetap relevan dan dicintai oleh generasi penerus. Komitmennya yang tak pernah padam dalam melestarikan seni pedalangan Jawa menjadikannya figur penting dalam lanskap budaya Indonesia.

Bagi Ki Cahyo, wayang kulit bukan sekadar tontonan hiburan semata. Ia melihatnya sebagai sebuah medium tuntunan hidup yang kaya akan nilai moral, filosofi mendalam, dan kearifan lokal. Perpaduan antara sastra, seni rupa, tari, musik, dan drama dalam satu pertunjukan wayang menciptakan sebuah karya seni yang utuh dan bernilai tinggi. Oleh karena itu, beliau terus berupaya tidak hanya menjaga tradisi yang ada, tetapi juga mengadaptasinya agar selaras dengan dinamika zaman yang terus berubah.

Akar Kecintaan yang Mendalam

Perjalanan Ki Cahyo di dunia pedalangan bukanlah sebuah pilihan yang lahir tiba-tiba. Kecintaannya terhadap seni ini telah bersemi sejak usia dini, dipupuk oleh lingkungan keluarga yang kental dengan tradisi wayang. Ayahnya, Ki Sukron Suwondo, dan sang kakek, keduanya adalah dalang. Sejak lahir hingga dewasa, dunia Ki Cahyo tak lepas dari gemuruh gamelan dan gemerlap wayang.

“Yang membentuk karakter seseorang itu lingkungan. Bapak saya dalang, kakek saya dalang. Sejak lahir sampai dewasa, dunia saya adalah dunia wayang,” ungkap Ki Cahyo saat ditemui di Sanggar Madhangkara. Beliau menegaskan bahwa pilihannya menjadi dalang bukanlah karena paksaan, melainkan tumbuh dari kecintaan murni yang awalnya berawal sebagai hobi.

Di masa kecilnya, ketika gawai dan permainan digital belum mendominasi, televisi menjadi jendela hiburan utama. Tayangan wayang di TVRI menjadi tontonan favorit sekaligus sarana belajar yang membentuk minatnya. Ki Cahyo meyakini bahwa sesuatu yang dipelajari dengan rasa cinta akan lebih mudah dijalani dibandingkan jika dilakukan karena keterpaksaan.

Kompleksitas dan Kedalaman Ilmu Pedalangan

Menekuni dunia pedalangan bukanlah perkara yang mudah. Ki Cahyo mengakui bahwa ilmu pedalangan sangat luas, kompleks, dan membutuhkan kesabaran, ketelitian, serta keuletan yang tinggi. Banyak aspek yang harus dikuasai, mulai dari teknik memainkan wayang, penguasaan cerita, hingga pemahaman mendalam akan filosofi di baliknya.

“Ilmu pedalangan itu rumit dan luar biasa. Tidak semua orang bisa menjadi dalang karena yang dipelajari sangat banyak,” jelasnya. “Ilmu (pedalangan) itu nggak ada habisnya, ketika kita kejar semakin jauh, ketika kita naiki seperti gunung semakin tinggi, kita terjun semakin dalam. Jadi nggak ada habisnya. Ketika kita belajar, belajar, belajar, maka akan semakin penasaran. Karena memang sangat luas sekali.”

Perjalanan seorang dalang, menurut Ki Cahyo, melewati beberapa tahapan penting. Dimulai dari fase ‘payu’ atau diterima oleh masyarakat, kemudian meningkat ke tahap ‘laris’ atau banyak diminati, hingga tahap yang paling menantang, yaitu menjaga keberlangsungan eksistensi seni itu sendiri.

Inovasi Tanpa Melupakan Akar

Salah satu tantangan terbesar bagi wayang kulit adalah bagaimana agar seni ini tidak hanya dijaga keasliannya, seperti peninggalan sejarah, tetapi juga terus mengalami pembaruan agar tetap diminati oleh penonton, khususnya generasi muda. “Kita tidak boleh hanya berbangga hati, namun juga harus terus belajar, menyimak, mengamati, mempelajari situasi yang sedang terjadi, walaupun wayang merupakan seni tradisi namun selalu berkembang. Itu yang membuat wayang eksis,” tutur Ki Cahyo.

Minat generasi muda terhadap wayang kulit menunjukkan dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, masih ada anak muda yang peduli dan tertarik pada dunia pedalangan, baik melalui komunitas pecinta wayang maupun jalur akademik. Banyak mahasiswa yang melakukan penelitian dan kajian budaya tentang wayang, sebuah fenomena yang sangat membanggakan bagi Ki Cahyo.

Namun, di sisi lain, tidak sedikit generasi muda yang mulai menjauh. Kendala bahasa, durasi pementasan yang panjang, serta kurangnya pemahaman terhadap tokoh dan alur cerita menjadi beberapa faktor penghambat.

Untuk mengatasi hal ini, Ki Cahyo tidak ragu untuk berinovasi. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam pementasan tertentu, terutama ketika tampil di luar Jawa atau di hadapan penonton awam. Beliau juga kerap memberikan ringkasan cerita di awal pertunjukan agar alur lakon lebih mudah diikuti.

Tak hanya itu, Ki Cahyo juga memanfaatkan kekuatan teknologi digital. Pertunjukan wayang kulit kini dapat disaksikan melalui live streaming di berbagai platform populer seperti YouTube dan TikTok. “Jangan sampai kita tergerus oleh perkembangan zaman, namun bagaimana kita bisa memanfaatkan media itu sebagai promosi terhadap kesenian kita,” tegas Ki Cahyo.

Meskipun terbuka lebar terhadap inovasi, Ki Cahyo selalu menekankan pentingnya berpijak pada pakem atau aturan baku serta nilai-nilai moral yang berlaku dalam seni wayang. “Pakem itu aturan supaya kita tidak kebablasan. Selama pesan moral tersampaikan dan tidak bertabrakan dengan etika dan agama, inovasi sah-sah saja,” pungkasnya, menunjukkan keseimbangan antara pelestarian tradisi dan adaptasi modern.

Wafaul

Wafaul

Related Posts

Kronologi Patricia Gouw: HP Tertinggal, Pesawat Delay
Human Interest

Kronologi Patricia Gouw: HP Tertinggal, Pesawat Delay

Februari 7, 2026
Siswa SMA Palembang Kepergok Bolos ke Kantin Saat Izin ke Toilet
Human Interest

Siswa SMA Palembang Kepergok Bolos ke Kantin Saat Izin ke Toilet

Februari 7, 2026
Betrand Peto Ungkap Ini pada Ruben Onsu
Human Interest

Betrand Peto Ungkap Ini pada Ruben Onsu

Februari 7, 2026
Next Post
Kasus Penipuan Rp 3 Miliar: Wagub Jabar Erwan Setiawan Dilaporkan

Kasus Penipuan Rp 3 Miliar: Wagub Jabar Erwan Setiawan Dilaporkan

Kencan Hemat, Kualitas Tak Terganti: 5 Tips Budget & Quality Time

Kencan Hemat, Kualitas Tak Terganti: 5 Tips Budget & Quality Time

5 Jurus Properti Cuan Stabil & ROI Kilat

5 Jurus Properti Cuan Stabil & ROI Kilat

Discussion about this post

Follow Us

Recommended

Inter Lepas Luis Henrique, Perisic Kembali ke Meazza

Inter Lepas Luis Henrique, Perisic Kembali ke Meazza

1 bulan ago
Volta Mandala Bisa Menempuh Jarak hingga 120 Tahun

Volta Mandala Bisa Menempuh Jarak hingga 120 Tahun

1 bulan ago
Simulasi cicilan all new Vario 125 2026: DP cuma Rp5 jutaan, cicilan segini per bulan!

Simulasi cicilan all new Vario 125 2026: DP cuma Rp5 jutaan, cicilan segini per bulan!

1 bulan ago
Hasil and klasemen terupdate Liga Spanyol: Barcelona pecundangi tetangga berisik, Real Madrid tertekan

Hasil and klasemen terupdate Liga Spanyol: Barcelona pecundangi tetangga berisik, Real Madrid tertekan

2 bulan ago
No Result
View All Result

Highlights

Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Gedung Satintelkam Polresta Barelang Masuk Pengawasan Kejari Batam

PLN Batam Hadirkan Program “Lentera Ramadan”, Tambah Daya Spesial Hanya Rp144.700

6,13 Miliar Mengalir, Gedung Intelkam Polresta Barelang Molor: Progres Baru 50 Persen

Ramalan Zodiak Aries & Taurus 9 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Trending

Ditertibkan PKL Liar Seputaran Hotel 01, Oknum Pengendali Lapak PKL Tak Berdaya”
Berita

Ditertibkan PKL Liar Seputaran Hotel 01, Oknum Pengendali Lapak PKL Tak Berdaya”

by Admin
Maret 1, 2026
0

https://youtu.be/upE76Ggt5r4?si=r5MTGAISK6RUSbEz   Wajahbatamnews,- penertiban kawasan buffer zone kembali memanas. Di depan Hotel 01 Batam, Minggu sore 1...

Dicatut Dalam Sidang Narkotika, Kuasa Hukum PT WIB: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta!”

Dicatut Dalam Sidang Narkotika, Kuasa Hukum PT WIB: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta!”

Maret 1, 2026
Aparat Saling Bantah Atas Molornya Pembangunan Gedung intelkam Polresta Barelang

Aparat Saling Bantah Atas Molornya Pembangunan Gedung intelkam Polresta Barelang

Februari 23, 2026
Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Februari 21, 2026
Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Februari 20, 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kode Etik

Copyright © 2025 wajahbatamnews.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz

Copyright © 2025 wajahbatamnews.co.id