Wajah Batam News
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz
No Result
View All Result
Wajah Batam News
No Result
View All Result
Home News

Jejak Majapahit: Asal-usul Candi Planggatan Prabu Brawijaya V

Wafaul by Wafaul
Februari 5, 2026
in News
0
Jejak Majapahit: Asal-usul Candi Planggatan Prabu Brawijaya V
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Candi Planggatan: Jejak Majapahit yang Tersembunyi di Lereng Lawu

Tersembunyi di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berdiri Candi Planggatan, sebuah situs purbakala yang menyimpan bisikan kejayaan Kerajaan Majapahit. Berada di ketinggian 910 meter di atas permukaan laut, lokasinya yang berdekatan dengan Candi Sukuh bukan hanya sekadar kedekatan geografis, melainkan juga mencerminkan kesamaan gaya arsitektur dan jejak sejarah yang kental. Situs ini, yang telah dikelola sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah sejak tahun 1979, menawarkan pengalaman mendalam bagi siapa pun yang ingin menelusuri warisan nenek moyang.

Perjalanan menuju Candi Planggatan dari Kota Solo memakan waktu sekitar satu jam lebih, melintasi jalanan yang perlahan menanjak menuju kawasan pegunungan. Begitu tiba, pengunjung akan disambut oleh suasana yang tenang dan asri, di mana reruntuhan candi kini berbaur harmonis dengan pepohonan rindang, termasuk pohon beringin besar yang menambah aura mistis dan sakral pada situs ini. Luas situs mencapai 4.460 meter persegi, mengelilingi sebuah puncak yang menghadap ke hamparan wilayah sekitarnya. Kondisi sebagian besar situs masih dalam keadaan belum tergali sepenuhnya, menyisakan misteri di balik lapisan tanah dan akar pohon.

Struktur dan Kekayaan Relief Candi

Candi Planggatan tersusun dari tumpukan bebatuan berteras, meskipun garis batas antar tingkatannya kini sudah tidak begitu jelas terlihat. Di antara reruntuhan ini, ditemukan berbagai macam batu, baik yang polos maupun yang diukir dengan relief-relief menarik. Ukiran-ukiran ini tidak hanya sekadar hiasan, melainkan narasi visual yang menceritakan berbagai aspek kehidupan, kepercayaan, dan kesenian pada masa Majapahit.

Beberapa relief yang berhasil diidentifikasi antara lain:

  • Tokoh Berkuda: Menggambarkan seorang tokoh penting yang menunggang kuda, diiringi oleh pengawal yang membawa senjata dan payung. Ini mengindikasikan adanya struktur sosial dan keprajuritan pada masa itu.
  • Arsitektur Tradisional: Relief yang menampilkan rumah panggung dan pendapa, diiringi oleh pengawal. Hal ini memberikan gambaran mengenai bentuk permukiman dan tempat berkumpul masyarakat.
  • Pasukan Bersenjata: Relief yang menunjukkan balatentara bersenjata tombak, memberikan gambaran tentang kekuatan militer dan pertahanan.
  • Interaksi Sosial: Ukiran tokoh laki-laki dan perempuan yang didampingi oleh pengiring, serta kehadiran punakawan, menunjukkan adanya unsur hiburan dan dinamika sosial dalam masyarakat.

Gaya ukiran pada relief-relief ini sangat menyerupai yang ditemukan pada Candi Sukuh dan Candi Cetho, sebuah kesamaan yang memperkuat adanya pengaruh budaya dan seni Majapahit yang merata di wilayah ini.

Relief Gajah Wiku: Penanda Waktu dan Makna Spiritual

Salah satu temuan paling signifikan dan menarik di Candi Planggatan adalah relief yang dikenal sebagai Gajah Wiku. Relief ini menggambarkan sosok setengah manusia dan setengah gajah, dengan belalainya yang sedang memakan bulan sabit. Sosok gajah tersebut mengenakan sorban dan kain lipat, atribut yang lazim dikenakan oleh seorang begawan atau pendeta.

Relief Gajah Wiku ini bukan sekadar gambar, melainkan sebuah sengkalan memet atau penanda waktu dalam kalender Saka. Bunyi dari sengkalan ini adalah “Gajah wiku mangan wulan”, yang jika diterjemahkan merujuk pada tahun 1378 Saka atau 1456 Masehi. Menariknya, penanda waktu ini sama persis dengan yang ditemukan pada relief di Candi Sukuh, semakin menegaskan keterkaitan erat antara kedua situs ini.

Di samping relief Gajah Wiku, terdapat sebuah prasasti berukir empat baris. Prasasti ini juga menunjukkan kesamaan signifikan dengan prasasti yang ditemukan di Candi Cetho dan Candi Sukuh, yang semakin memperkuat hipotesis tentang adanya hubungan spiritual, budaya, dan bahkan kemungkinan tata kelola yang sama di antara ketiga situs purbakala tersebut.

Temuan Arkeologis Lainnya

Selain relief dan prasasti, penggalian dan penelitian di situs Candi Planggatan juga telah mengungkap berbagai artefak penting lainnya yang memberikan petunjuk mengenai fungsi dan kepercayaan masyarakat pada masa lalu.

Di antara temuan arkeologis tersebut adalah:

  • Lingga-Yoni: Penemuan lingga dan yoni merupakan indikator kuat bahwa situs ini memiliki fungsi sebagai tempat pemujaan terhadap Dewa Siwa, salah satu dewa utama dalam agama Hindu.
  • Bokor Batu: Ditemukannya bokor batu menunjukkan bahwa situs ini kemungkinan digunakan sebagai tempat untuk ritual persembahan atau sesaji.
  • Batu Berelief Lain: Berbagai batu berukir lain yang menampilkan cerita-cerita keagamaan dan penggambaran aktivitas masyarakat pada masa itu.

Berdasarkan arah hadap candi yang menghadap ke Barat dan kesamaan relief dengan Candi Sukuh, para arkeolog memperkirakan bahwa Candi Planggatan memiliki orientasi yang searah dengan Candi Sukuh, mengarah ke arah spiritual tertentu. Penggalian awal oleh BP3 Jateng pada tahun 1985 sempat dilakukan, namun setelah diketahui arah hadap candi yang sebenarnya, batuan tersebut kemudian ditutup kembali untuk menjaga kelestariannya.

Nilai Sejarah, Budaya, dan Potensi Koneksi dengan Akhir Majapahit

Candi Planggatan bukan sekadar tumpukan batu tua. Ia adalah warisan hidup dari masa keemasan Majapahit, yang kaya akan nilai-nilai agama Hindu dan ritual keagamaan yang dijalankan oleh masyarakat kala itu. Relief dan prasasti yang ditemukan menjadi saksi bisu dari jalinan budaya dan seni yang terbentang di antara beberapa candi di Karanganyar, menunjukkan adanya pertukaran ide dan pengaruh yang kuat.

Lebih jauh lagi, beberapa ahli arkeologi dan sejarawan memiliki pandangan menarik mengenai potensi keterkaitan situs ini dengan momen-momen krusial di akhir Kerajaan Majapahit. Ada pendapat yang mengaitkan Candi Planggatan dengan Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit. Konon, sang raja sempat singgah di daerah sekitar Gunung Lawu sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Keberadaan situs-situs seperti Candi Planggatan di kawasan ini dapat menjadi petunjuk penting untuk menelusuri jejak-jejak sejarah yang masih samar tersebut, membuka babak baru dalam pemahaman kita tentang sejarah Majapahit dan bagaimana pengaruhnya menyebar hingga ke pelosok negeri. Candi Planggatan, dengan segala misteri dan keindahannya, terus menunggu untuk diungkap lebih dalam.

Wafaul

Wafaul

Related Posts

Ditertibkan PKL Liar Seputaran Hotel 01, Oknum Pengendali Lapak PKL Tak Berdaya”
Berita

Ditertibkan PKL Liar Seputaran Hotel 01, Oknum Pengendali Lapak PKL Tak Berdaya”

Maret 1, 2026
Gedung Satintelkam Polresta Barelang Masuk Pengawasan Kejari Batam
News

Gedung Satintelkam Polresta Barelang Masuk Pengawasan Kejari Batam

Februari 20, 2026
Lirik Yang Tak Sama: Rumahsakit
News

Lirik Yang Tak Sama: Rumahsakit

Februari 10, 2026
Next Post
Jangkar Kapal Rusia Rusak Kabel Bawah Laut: Sabotase Terkuak

Siring Bekantan Sepi Pasca Berbayar: Pengunjung Keluhkan Biaya Sewa

Atta di Match for Hope 2026: Satu Tim dengan Marcelo & Diego Costa

Atta di Match for Hope 2026: Satu Tim dengan Marcelo & Diego Costa

iPhone 18 Tertunda: Apple Siapkan Ponsel Lipat?

iPhone 18 Tertunda: Apple Siapkan Ponsel Lipat?

Discussion about this post

Follow Us

Recommended

Lions Club Makassar: Tamu Pertama Open House HUT ke-22 Tribun Timur

Lions Club Makassar: Tamu Pertama Open House HUT ke-22 Tribun Timur

2 minggu ago
John Herdman tiba 11 Januari, PSSI beri target ini untuk pelatih timnas Indonesia

John Herdman tiba 11 Januari, PSSI beri target ini untuk pelatih timnas Indonesia

2 bulan ago
Jukir Batam,kami Bukan Preman, Kami Hanya Ingin Hidup

Jukir Batam,kami Bukan Preman, Kami Hanya Ingin Hidup

10 bulan ago
Yusril Koto:Ini Rekayasa Hukum 

Yusril Koto:Ini Rekayasa Hukum 

8 bulan ago
No Result
View All Result

Highlights

Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Gedung Satintelkam Polresta Barelang Masuk Pengawasan Kejari Batam

PLN Batam Hadirkan Program “Lentera Ramadan”, Tambah Daya Spesial Hanya Rp144.700

6,13 Miliar Mengalir, Gedung Intelkam Polresta Barelang Molor: Progres Baru 50 Persen

Ramalan Zodiak Aries & Taurus 9 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Trending

Ditertibkan PKL Liar Seputaran Hotel 01, Oknum Pengendali Lapak PKL Tak Berdaya”
Berita

Ditertibkan PKL Liar Seputaran Hotel 01, Oknum Pengendali Lapak PKL Tak Berdaya”

by Admin
Maret 1, 2026
0

https://youtu.be/upE76Ggt5r4?si=r5MTGAISK6RUSbEz   Wajahbatamnews,- penertiban kawasan buffer zone kembali memanas. Di depan Hotel 01 Batam, Minggu sore 1...

Dicatut Dalam Sidang Narkotika, Kuasa Hukum PT WIB: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta!”

Dicatut Dalam Sidang Narkotika, Kuasa Hukum PT WIB: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta!”

Maret 1, 2026
Aparat Saling Bantah Atas Molornya Pembangunan Gedung intelkam Polresta Barelang

Aparat Saling Bantah Atas Molornya Pembangunan Gedung intelkam Polresta Barelang

Februari 23, 2026
Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Februari 21, 2026
Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Februari 20, 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kode Etik

Copyright © 2025 wajahbatamnews.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz

Copyright © 2025 wajahbatamnews.co.id