Tragedi di Kandang Ayam: Perselisihan Berujung Maut di Pagar Alam
Sebuah insiden tragis menggemparkan warga Pagar Alam, Sumatera Selatan, pada Jumat malam, 30 Januari 2026. Peristiwa penganiayaan yang berujung pada kematian ini terjadi di sebuah kandang ayam yang berlokasi di Jalan Lapter Atung Bungsu, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan. Korban, Heri Herawansyah, warga Talang Camai, Kecamatan Pagar Alam Utara, ditemukan tewas setelah mengalami luka tusuk yang serius.
Peristiwa nahas ini bermula pada pukul 21.45 WIB, saat korban dan pelaku, Masiman (18), yang merupakan rekan kerja di kandang ayam yang sama, terlibat dalam sebuah perselisihan. Pelaku, yang berasal dari Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, dilaporkan mengamuk dan melakukan penganiayaan terhadap korban.
Kronologi Kejadian: Dari Perselisihan Hingga Maut
Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh Kapolres Pagar Alam, AKBP Januar Kencana Setia Persada, didampingi oleh Kasi Humas Iptu Mansyur, insiden ini berawal dari adanya selisih paham antara korban dan pelaku. Percekcokan tersebut terjadi saat keduanya berada di dalam kendaraan yang digunakan untuk mengangkut ayam.
Situasi yang memanas dengan cepat memicu emosi pelaku. Dalam keadaan tidak terkendali, Masiman dilaporkan mengambil sebilah pisau dan menyerang Heri Herawansyah. Korban mengalami luka tusuk di bagian leher yang cukup parah dan dilakukan berulang kali oleh pelaku, menyebabkan korban meninggal dunia di tempat kejadian.
Setelah melakukan penganiayaan, pelaku dilaporkan sempat memasukkan jenazah korban ke dalam karung plastik sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada atasan mereka. Laporan dari masyarakat dan pemilik kandang segera diterima oleh pihak kepolisian.
Respons Cepat Pihak Kepolisian
Menindaklanjuti laporan yang masuk, personel dari Polsek Dempo Selatan bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Tim kepolisian berhasil mengamankan terduga pelaku, Masiman, beserta barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 00.15 WIB.
“Begitu mendapat informasi, anggota langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan terduga pelaku berikut barang bukti serta para saksi. Ini bentuk komitmen kami dalam merespons cepat setiap laporan masyarakat, khususnya kasus yang menimbulkan korban jiwa,” tegas AKBP Januar Kencana Setia Persada.
Barang Bukti yang Diamankan
Dalam upaya penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait dengan kasus penganiayaan tersebut. Barang bukti yang berhasil dikumpulkan meliputi:
- Satu bilah pisau dengan gagang kayu dan bersarung kulit.
- Dua unit telepon genggam, masing-masing milik korban dan pelaku.
- Satu unit mobil pikap yang diduga digunakan saat kejadian.
- Satu karung plastik.
- Pakaian milik korban.
Barang bukti ini menjadi krusial dalam proses pembuktian dan rekonstruksi kejadian untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik tragedi ini.
Proses Hukum dan Imbauan
Saat ini, tersangka Masiman telah diamankan di Mapolsek Dempo Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, jenazah korban, Heri Herawansyah, telah dibawa ke RSUD Besemah Pagar Alam guna dilakukan pemeriksaan visum et repertum guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Kapolres Pagar Alam menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang damai dan kepala dingin. “Kami mengimbau masyarakat agar menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin dan tidak menggunakan kekerasan. Percayakan penanganan konflik kepada pihak berwenang. Polres Pagar Alam akan menindak tegas setiap pelaku tindak pidana,” pungkas AKBP Januar Kencana Setia Persada.
Kasus ini kini sepenuhnya berada dalam penanganan penyidik Satreskrim Polres Pagar Alam. Tersangka Masiman dijerat dengan pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia, sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ancaman hukuman yang berat menanti pelaku atas perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa orang lain. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga emosi dan mencari solusi non-kekerasan dalam setiap konflik.

















Discussion about this post