Wajah Batam News
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz
No Result
View All Result
Wajah Batam News
No Result
View All Result
Home Daerah

Yellow Caturra Banyuwangi: Buruan Dunia dari Lereng Raung

Wafaul by Wafaul
Februari 6, 2026
in Daerah
0
Yellow Caturra Banyuwangi: Buruan Dunia dari Lereng Raung
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kopi Yellow Caturra: Permata Langka dari Lereng Gunung Raung Banyuwangi

Di tengah hamparan hijau lereng Gunung Raung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tumbuh sebuah permata kopi yang jarang ditemui: Kopi Yellow Caturra. Varietas arabika langka ini tidak hanya menambah kekayaan agrikultur daerah tersebut, tetapi juga menawarkan cita rasa unik yang memikat para penikmat kopi di seluruh dunia. Kopi dengan buah berwarna kuning cerah saat matang ini, berpotensi besar untuk mengangkat nama Banyuwangi di kancah internasional.

Potensi Produksi dan Luasan Lahan

Kopi Yellow Caturra dibudidayakan di lahan seluas kurang lebih 7 hektare yang terletak di kawasan lereng Gunung Raung. Lahan yang subur dan ketinggian yang ideal menjadikan area ini sangat cocok untuk pertumbuhan kopi jenis ini. Dengan produktivitas rata-rata yang mencapai 1 ton per hektare per tahun, lahan 7 hektare tersebut mampu menghasilkan sekitar 7 ton biji kopi (green bean) Yellow Caturra setiap tahunnya. Angka ini menunjukkan potensi besar Banyuwangi sebagai salah satu sentra produksi kopi arabika berkualitas tinggi di Indonesia.

Asal Usul dan Sejarah Singkat

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, varietas Yellow Caturra diperkirakan berasal dari wilayah Amerika Latin, seperti Kolombia dan Kosta Rika. Kopi ini kemudian mengalami pengembangan lebih lanjut di Brasil sebelum akhirnya dibawa masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Seiring waktu, Yellow Caturra berhasil beradaptasi dan tumbuh subur di beberapa wilayah Indonesia, salah satunya adalah lereng Gunung Raung yang kini menjadi rumah bagi kopi langka ini.

“Tidak banyak daerah di Indonesia yang bisa mengembangkan kopi ini,” ujar Danang, menekankan kelangkaan dan keistimewaan varietas Yellow Caturra. Keberadaannya di Banyuwangi menjadi bukti potensi agrikultur daerah tersebut yang semakin beragam.

Karakteristik Khas Yellow Caturra

Yang membedakan Kopi Yellow Caturra dari varietas arabika lainnya adalah tampilan fisiknya. Berbeda dengan kopi arabika pada umumnya yang memiliki buah berwarna merah saat matang, Yellow Caturra justru menampilkan warna kuning cerah yang menawan. Perbedaan visual ini bukan satu-satunya keunikan yang ditawarkan.

Saat diseduh, Kopi Yellow Caturra menyuguhkan profil rasa yang kaya dan kompleks. Aroma buah-buahan seperti lemon dan apel berpadu harmonis dengan nuansa bunga yang lembut, menciptakan pengalaman sensorik yang luar biasa. Tingkat keasamannya yang seimbang, dipadukan dengan rasa manis yang khas, menjadikan kopi ini sangat diminati oleh para pecinta kopi yang mencari sensasi berbeda. Kompleksitas rasa inilah yang membuat Yellow Caturra memiliki nilai jual di atas rata-rata kopi arabika lokal lainnya, dan menjadikannya komoditas yang menarik di pasar kopi spesial.

Faktor Pendukung Pertumbuhan Optimal

Keberhasilan budidaya Kopi Yellow Caturra di lereng Gunung Raung tidak lepas dari dukungan lingkungan alam yang ideal. Topografi lereng gunung yang mendukung, serta tanah vulkanik yang kaya akan nutrisi, menciptakan kondisi tumbuh yang sangat baik bagi tanaman kopi ini. Ketinggian tempat yang pas berperan penting dalam membentuk karakter rasa dan aroma yang optimal.

“Jadi Banyuwangi memiliki potensi kopi yang kualitas dan cita rasanya potensial untuk pasar internasional,” imbuh Danang, optimis terhadap masa depan kopi Banyuwangi.

Diversifikasi Produk Pertanian dan Harapan ke Depan

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus berupaya melakukan diversifikasi produk pertanian, termasuk melalui pengembangan varietas kopi langka seperti Yellow Caturra. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian daerah, membuka peluang pasar baru, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi berkomitmen untuk terus mendukung budidaya kopi Yellow Caturra. Melalui program-program pembinaan dan pendampingan, diharapkan kualitas produksi dapat terus meningkat dan jangkauan pasarnya semakin luas, baik di tingkat domestik maupun internasional. Keberadaan kopi langka ini menjadi salah satu aset berharga yang patut terus dikembangkan dan dipromosikan.

Wafaul

Wafaul

Related Posts

Syarat PKH Februari 2026 Sumedang: Wajib Tahu!
Daerah

Syarat PKH Februari 2026 Sumedang: Wajib Tahu!

Februari 15, 2026
Besaran Zakat Fitrah & Fidyah Pandeglang 2026
Daerah

Besaran Zakat Fitrah & Fidyah Pandeglang 2026

Februari 3, 2026
Jadwal Kapal Tatamailau 4-26 Januari 2026: Rute akan ke Ternate, Ambon, Tual, Dobo
Daerah

Jadwal Kapal Tatamailau 4-26 Januari 2026: Rute akan ke Ternate, Ambon, Tual, Dobo

Februari 2, 2026
Next Post
Cuaca Sulteng 1 Feb 2026: Hujan Ringan Morowali, Palu Berkabut

Cuaca Sulteng 1 Feb 2026: Hujan Ringan Morowali, Palu Berkabut

Polisi periksa 10 saksi kasus kematian satu keluarga di Warakas Jakut

Crypto Cepat Kaya? Tokocrypto & DRX Edukasi Gen Z Bali

Airlangga Perang Lawan Spekulan, BEI Gandeng Aparat

Airlangga Perang Lawan Spekulan, BEI Gandeng Aparat

Discussion about this post

Follow Us

Recommended

Rutan Batam Gelar Razia, Pastikan Lingkungan Bebas Narkoba dan Handphone

Rutan Batam Gelar Razia, Pastikan Lingkungan Bebas Narkoba dan Handphone

5 bulan ago
Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag di Natuna, Momentum perkuat integritas dan pelayanan umat

Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag di Natuna, Momentum perkuat integritas dan pelayanan umat

1 bulan ago
Bupati Brebes: Malam Tahun Baru 2026, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga

Bupati Brebes: Malam Tahun Baru 2026, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga

2 bulan ago
Rencana Kerja BP Batam Utamakan Peningkatan Empat Sektor Industri Prioritas

Rencana Kerja BP Batam Utamakan Peningkatan Empat Sektor Industri Prioritas

2 tahun ago
No Result
View All Result

Highlights

Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Gedung Satintelkam Polresta Barelang Masuk Pengawasan Kejari Batam

PLN Batam Hadirkan Program “Lentera Ramadan”, Tambah Daya Spesial Hanya Rp144.700

6,13 Miliar Mengalir, Gedung Intelkam Polresta Barelang Molor: Progres Baru 50 Persen

Ramalan Zodiak Aries & Taurus 9 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Trending

Ditertibkan PKL Liar Seputaran Hotel 01, Oknum Pengendali Lapak PKL Tak Berdaya”
Berita

Ditertibkan PKL Liar Seputaran Hotel 01, Oknum Pengendali Lapak PKL Tak Berdaya”

by Admin
Maret 1, 2026
0

https://youtu.be/upE76Ggt5r4?si=r5MTGAISK6RUSbEz   Wajahbatamnews,- penertiban kawasan buffer zone kembali memanas. Di depan Hotel 01 Batam, Minggu sore 1...

Dicatut Dalam Sidang Narkotika, Kuasa Hukum PT WIB: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta!”

Dicatut Dalam Sidang Narkotika, Kuasa Hukum PT WIB: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta!”

Maret 1, 2026
Aparat Saling Bantah Atas Molornya Pembangunan Gedung intelkam Polresta Barelang

Aparat Saling Bantah Atas Molornya Pembangunan Gedung intelkam Polresta Barelang

Februari 23, 2026
Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Februari 21, 2026
Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Februari 20, 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kode Etik

Copyright © 2025 wajahbatamnews.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz

Copyright © 2025 wajahbatamnews.co.id