
BATAM – Dugaan kekerasan oleh aparat kembali mencuat di Batam. Seorang sopir lori bernama Sukarman alias Cak Man mengaku menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan oleh sejumlah petugas di Pos P2 Bea Cukai Telaga Punggur.
Peristiwa itu disebut terjadi di dalam ruangan pemeriksaan milik petugas Bea Cukai. Saat itu, korban sedang menjalani pemeriksaan terkait muatan yang dibawanya. Namun, situasi yang seharusnya berlangsung secara prosedural justru berubah menjadi tindakan kekerasan.
Menurut keterangan yang dihimpun, di dalam ruangan tersebut terdapat sekitar delapan orang petugas. Dari jumlah itu, lima orang diduga melakukan pemukulan terhadap korban.
Ironisnya, muatan yang dibawa Sukarman disebut bukan barang ilegal seperti rokok tanpa cukai, minuman beralkohol, maupun narkotika. Ia hanya mengangkut tiga unit mesin potong rumput.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius tentang prosedur pemeriksaan yang dilakukan aparat. Tindakan kekerasan, apalagi dilakukan secara beramai-ramai di dalam ruangan dinas, dinilai sebagai bentuk pelanggaran hukum dan penyalahgunaan kewenangan.
Saat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, Humas Bea Cukai Batam, Mujiono, belum memberikan keterangan resmi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bea Cukai Telaga Punggur belum memberikan penjelasan rinci mengenai dugaan pengeroyokan tersebut. Publik menunggu klarifikasi, sekaligus langkah tegas dari institusi terkait untuk mengusut tuntas kasus ini.
Jika benar terjadi, kasus ini bukan sekadar persoalan internal, melainkan menyangkut hak warga sipil yang seharusnya mendapat perlindungan hukum, bukan justru menjadi korban kekerasan di ruang pemeriksaan.
Kasus ini menambah sorotan terhadap mekanisme pengawasan internal aparat. Aparat penegak hukum diingatkan bahwa kewenangan yang dimiliki bukan untuk menekan, apalagi menyakiti warga, melainkan untuk menegakkan aturan secara profesional dan berkeadilan.
Jika terbukti, para pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku agar kepercayaan publik terhadap institusi negara tidak semakin tergerus.

















Discussion about this post