Misteri Jasad Terbungkus Plastik di Bandar Lampung: Dugaan Pembunuhan dan Penyelidikan Polisi
Sebuah penemuan yang mengejutkan menggemparkan warga di sebuah indekos di Jalan Untung Suropati, Bandar Lampung. Sesosok jasad pria ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terbungkus plastik, memicu berbagai spekulasi dan penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB ini meninggalkan tanda tanya besar mengenai penyebab kematian korban.
Kronologi Penemuan yang Mencekam
Kejadian bermula ketika salah seorang penghuni indekos, Anas (23), merasa curiga karena kamar yang disewa korban tidak kunjung merespons. Korban, yang baru menempati indekos tersebut pada Kamis siang dan seharusnya keluar pada Jumat, tidak memberikan jawaban saat kamarnya diketuk.
“Karena curiga, saya melihat dari ventilasi dan terlihat ada sepatu di dalam. Saat pintu dibuka dengan kunci cadangan, ternyata tidak bisa dibuka,” ungkap Anas.
Kecurigaan semakin memuncak ketika Anas mencoba mengintip melalui celah ventilasi menggunakan kamera ponselnya. Ia melihat kaki korban berada di atas tempat tidur, sementara lampu kamar dalam keadaan padam. Merasa ada sesuatu yang tidak beres, para penghuni indekos lainnya memutuskan untuk mendobrak pintu kamar. Di sanalah mereka menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa, dengan kondisi kepala tertutup plastik.
Agus Sutiyono, pemilik bengkel motor yang berlokasi di depan indekos, juga menduga bahwa korban meninggal akibat tindak pembunuhan. Ia menggambarkan kondisi kamar yang berantakan dan tangan korban yang terlihat terikat di belakang tubuhnya. “Korban ditutup plastik di bagian wajah dan kondisi tempat tidur acak-acakan. Kami menduga korban dibunuh,” ujarnya.
Indekos tersebut diketahui menyewakan delapan kamar dengan berbagai pilihan sewa, mulai dari harian hingga tahunan. Agus menambahkan bahwa sebelumnya ia kerap melihat orang tak dikenal keluar masuk indekos tersebut, yang semakin menambah kecurigaan.
Gatot, ketua RT setempat, membenarkan penemuan jasad seorang pria di indekos tersebut. Ia mengaku mendapat informasi dari warga dan segera mendatangi lokasi kejadian. “Saya dapat informasi dari warga, terus saya intruksikan kepada mereka agar tidak mendekat dan tidak memegang barang apa pun di sana sampai polisi datang,” ujar Gatot. Ia juga mengkonfirmasi adanya kerusakan pada pintu kamar, yang kemungkinan akibat didobrak. Dari luar pintu, ia melihat jenazah tertutup plastik, namun tidak dapat memastikan jenis kelaminnya karena wajah korban tertutup rapat.
Identitas Korban dan Dugaan Motif
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Hindrajaja (61), seorang warga dari Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Banten. Informasi awal yang beredar di kalangan penghuni indekos menyebutkan bahwa korban diduga mengalami masalah keuangan. Anas sempat mendengar korban mengaku hanya membawa uang Rp 200 ribu dan menyatakan dirinya menjadi korban pencopetan.
Namun, informasi mengenai pekerjaan korban kemudian terungkap. Gatot menyebutkan bahwa korban bekerja sebagai pengemudi ojek online dan baru menghuni indekos tersebut selama beberapa hari. “Informasi dari ibu kos, katanya dia baru masuk ke kamar tersebut hari Kamis (5/2). Kalau dari mananya, saya kurang paham. Dia tinggal sendiri di sini. Informasinya dia kerja ojek online,” jelas Gatot.
Penyelidikan Polisi dan Olah TKP
Menyikapi penemuan yang menggemparkan ini, Polresta Bandar Lampung segera melakukan penyelidikan intensif. Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, menyatakan bahwa timnya masih mendalami penyebab pasti kematian korban. “Ditemukan luka lebam di bagian wajah. Namun, apakah korban meninggal akibat penganiayaan atau sebab lain, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik,” kata Kompol Gigih.
Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) dan memperdalam keterangan para saksi untuk mengungkap tabir misteri di balik kematian korban. Kompol Gigih mengimbau masyarakat untuk tidak membuat asumsi liar karena proses penyelidikan masih berjalan.
Pasca penemuan jasad, tim Inafis Polresta Bandar Lampung langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selama kurang lebih empat jam, petugas melakukan pemeriksaan mendalam di lokasi kejadian dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Barang bukti yang diamankan antara lain:
* Kotak sampah di dalam kamar korban
* Tas korban
* Beberapa bungkus sisa makanan
Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung untuk menjalani visum luar guna memastikan penyebab kematiannya, apakah merupakan korban pembunuhan atau bukan. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus bekerja keras untuk mengungkap seluruh fakta di balik kasus tragis ini.

















Discussion about this post