Ringkasan Berita:
- Gempa terjadi di Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir pada Minggu (4/1/2026) dini hari pukul 03.10 WIB.
- Gempa tersebut tak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.
- Gempa yang terjadi tak berpotensi tsunami
, KAYUAGUNG – Masyarakat wilayah Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dikejutkan guncangan gempa bumi terjadi pada Minggu (4/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.10 WIB.
Meskipun getarannya sempat membuat warga khawatir. Namun otoritas terkait memastikan peristiwa ini tidak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa
Saat dikonfirmasi Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Nova Trissuyanto membenarkan ada gempa berdasarkan laporan yang masuk, getaran paling dirasakan oleh warga di Desa Toman dan beberapa titik di sekitarnya.
“Benar, gempa bumi terjadi sekitar pukul 03.10 WIB. Getarannya berlangsung singkat, hanya dalam hitungan detik dan dirasakan oleh warga Desa Toman,” ungkap Nova.
Dia menegaskan berdasarkan analisis sementara, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan terkait dampak air laut.
“Prediksi BMKG tidak berdampak terjadi tsunami. Maka masyarakat diminta tetap waspada dan jangan panik,” ungkapnya.
Menurutnya, pihaknya telah melakukan pemantauan cepat di lapangan untuk menyisir dampak guncangan. Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Tulung Selapan dilaporkan tetap kondusif.
“Terkait adanya kerusakan tidak terkonfirmasi dan kondisi saat ini masih dalam relatif aman,” ujarnya.
Kendati situasi aman, Nova tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat Tulung Selapan merupakan wilayah pesisir yang didominasi perairan, kesiapsiagaan mandiri sangat diperlukan jika sewaktu terjadi gempa susulan.
“Kami mengimbau warga tetap tenang namun waspada. Tulung Selapan miliki karakter wilayah pesisir, sehingga kewaspadaan harus selalu dijaga,” tegasnya.
Selain fokus pada dampak gempa, BPBD OKI saat ini tengah dalam status siaga bencana hidrometeorologi. Pasalnya, selain gempa tergolong jarang terjadi di wilayah tersebut, ancaman banjir masih menghantui sejumlah titik di OKI selama musim penghujan.
“Gempa ini cukup mengejutkan karena jarang terjadi di sini. Di sisi lain, kami juga masih terus bersiaga terhadap potensi banjir di wilayah-wilayah rawan di OKI,” pungkasnya.

















Discussion about this post