
WBN- menemukan adanya aktivitas pengiriman sembako dari kawasan Teluk Nipah dan Telaga Punggur, menggunakan pompong dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah warga yang ditemui pada Kamis (04/12) mengaku menyaksikan kegiatan bongkar-muat sembako pada dini hari dan sore hari.
“Ada pompong bawa sembako hampir tiap hari. Tapi kami tidak tahu siapa pemilik barangnya,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pengiriman tersebut diduga melibatkan pemilik barang tertentu yang belum teridentifikasi.
Lebih jauh, muncul spekulasi bahwa aktivitas itu dibeking oknum aparat sehingga barang dapat lolos tanpa dokumen resmi.
Dugaan itu mengarah pada unit PSO (Pelayanan Sektor Operasional) Bea Cukai, yang dianggap memiliki peran vital dalam pengawasan laut. Namun hingga kini tidak ada bukti kuat yang menunjukkan apakah kelengahan itu disebabkan lemahnya pengawasan atau adanya praktik kongkalikong.
WBN belum dapat mengonfirmasi apakah dugaan pembiaran atau “main mata” tersebut melibatkan aparat Bea Cukai laut PSO seperti yang disampaikan sejumlah sumber.
Di sisi lain, para pelaku jasa ekspedisi pickup resmi mengaku semakin resah ketika melihat sembako tetap beredar bebas di Pasar Bincen dan Pasar Tanjungpinang, sementara mereka harus mematuhi aturan ketat.
“Kami selama ini pakai dokumen resmi karantina, bayar bea masuk online, dan ikuti semua aturan. Tapi tiba-tiba semua itu tidak dianggap sah dan harus pakai dokumen 02/01/03,” ujar salah satu pelaku jasa ekspedisi kepada WBN.
Mereka menilai regulasi tersebut tidak hanya mendadak, tetapi juga menghambat keberlangsungan usaha kecil yang menggantungkan hidup pada jasa angkut sembako.
“Kami bukan mafia, kami hanya kirim sembako kebutuhan masyarakat. Banyak keluarga bergantung pada pekerjaan ini. Kami minta pimpinan Bea Cukai Batam meninjau ulang aturan yang memberatkan ini,” tambahnya.
Kelompok ekspedisi ini juga mempertanyakan mengapa mereka yang menggunakan dokumen resmi harus diperketat, sementara dugaan pengiriman sembako tanpa dokumen tetap lolos dan terlihat di sejumlah pasar besar.
Konfirmasi Bea Cukai: Kepala KPU Batam Bungkam
WBN telah menghubungi Kepala Bea Cukai KPU Batam, Zaki Firmansyah, untuk meminta klarifikasi terkait dugaan tebang pilih, lemahnya pengawasan laut, serta temuan lori dan kapal pompong yang diduga membawa sembako tanpa dokumen.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Zaki tidak memberikan tanggapan.
Catatan Redaksi
Seluruh informasi mengenai dugaan praktik pembiaran, dugaan backing aparat, dan dugaan pengiriman sembako tanpa dokumen masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak Bea Cukai dan instansi terkait.
WBN akan memperbaharui pemberitaan apabila terdapat perkembangan baru atau tanggapan resmi dari pihak yang disebutkan.
Penulis: Sukma Andry
Editor: Redaksi WBN

















Discussion about this post