Wajah Batam News
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz
No Result
View All Result
Wajah Batam News
No Result
View All Result
Home Lokal

Istiyawati Terkejut: Banjir Mendadak Kepung Rumah di Ketapang Kendal

Wafaul by Wafaul
Januari 19, 2026
in Lokal
0
Istiyawati Terkejut: Banjir Mendadak Kepung Rumah di Ketapang Kendal
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Banjir Landa Sejumlah Wilayah di Kendal dan Pekalongan, Ribuan Jiwa Terdampak

Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir meluas di Kabupaten Kendal dan Kota Pekalongan, serta Kabupaten Pekalongan. Peristiwa ini memaksa ribuan warga mengungsi dan menimbulkan kerugian materiel yang tidak sedikit.

Dampak Banjir di Kabupaten Kendal

Di Kabupaten Kendal, banjir mulai merendam permukiman warga sejak Jumat (16/1/2026) sore. Salah satu warga yang terdampak adalah Siti Istiyawati, yang tinggal di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kendal Kota. Ia harus pasrah melihat rumahnya tergenang air hingga setinggi lutut.

“Tadi sore (Jumat lalu) air masuk rumah di atas lutut, ini alhamdulillah agak surut meskipun belum sepenuhnya,” ujar Siti saat ditemui di rumahnya pada Sabtu (17/1/2026). Siti mengaku belum sempat menyelamatkan barang-barangnya saat air tiba-tiba datang. Sepeda motor dan peralatan rumah tangga miliknya ikut terendam. Pengalaman ini merupakan yang pertama kali baginya sejak tujuh tahun tinggal di daerah tersebut. Meskipun demikian, Siti bertekad untuk tetap bertahan di rumahnya, berharap air segera surut.

Menurut Sekretaris Kelurahan Ketapang, Zaenal Arifin, banjir di wilayahnya berdampak pada 317 rumah dan 357 Kepala Keluarga (KK), melibatkan sekitar 1.137 jiwa.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Iwan Sulistyo, menjelaskan bahwa banjir akibat hujan deras pada Kamis (15/1/2026) dan Jumat (16/1/2026) malam meluas ke tujuh kecamatan. Ketujuh kecamatan tersebut meliputi Kendal Kota, Ngampel, Brangsong, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Pegandon, dan Rowosari.

Pada Sabtu (17/1/2026) pukul 07.00, beberapa lokasi banjir dilaporkan telah surut, di antaranya Kecamatan Kaliwungu Selatan, Pegandon, Brangsong, serta sebagian wilayah Kaliwungu dan Ngampel.

Namun, beberapa desa di Kecamatan Ngampel masih terendam. Desa Ngampel Kulon mengalami ketinggian air antara 10-40 sentimeter. Dusun Dalangan (Desa Banyuurip), Dempelrejo, serta Putatgede juga tergenang air dengan ketinggian 5-30 sentimeter.

Hampir seluruh wilayah Kecamatan Kendal Kota juga terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 5 hingga 70 sentimeter. Banjir di wilayah ini disebabkan oleh dibukanya pintu 4 Bendung Trompo. Ketinggian air tertinggi dilaporkan di Kelurahan Ketapang, mencapai 70 sentimeter.

Di Kecamatan Kaliwungu, banjir masih menggenangi Desa Kumpulrejo dengan ketinggian air 10-100 sentimeter. Desa Sarirejo dan Wonorejo juga terdampak dengan ketinggian air 10-40 sentimeter. Sementara di Kecamatan Rowosari, banjir melanda Jalan Taruna Gilisari Sendang RT 02 RW 01 dan Dusun Bulak dengan ketinggian 10 sentimeter.

Banjir Melanda Kota Pekalongan

Di Kota Pekalongan, banjir akibat limpasan Sungai Bremi dan cuaca ekstrem merendam sejumlah wilayah pada Sabtu (17/1/2026). Hingga pukul 14.00, BPBD Kota Pekalongan mencatat sedikitnya 8.692 KK di empat kecamatan terdampak, dengan 972 jiwa terpaksa mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, menjelaskan bahwa hujan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang mengguyur Kota Pekalongan sejak Jumat (16/1/2026) pukul 19.30 hingga Sabtu dini hari pukul 03.00. Kondisi ini diperparah oleh hujan di wilayah selatan Kota Pekalongan yang menyebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) meluap ke wilayah perkotaan yang berada di dataran rendah.

“Genangan air bervariasi mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 100 sentimeter di sejumlah titik,” ujar Budi.

Sejumlah ruas jalan utama dan permukiman warga terdampak, meliputi Jalan Progo, Jalan Slamet, Jalan Majapahit, Jalan Cempaka, Jalan Semarang, Jalan Blimbing, Jalan Jlamprang, kawasan Pabean, Kampung Baru Tirto, hingga Jalan Singosari. Ketinggian air di beberapa wilayah, seperti Kampung Baru Tirto, tercatat mencapai 50 hingga 100 sentimeter.

Banjir merendam wilayah di Kecamatan Pekalongan Timur, Barat, Selatan, dan Utara. Kecamatan Pekalongan Barat menjadi wilayah dengan dampak terluas, meliputi Kelurahan Tirto, Podosugih, Sapuro Kebulen, Bendan Kergon, Pringrejo, Medono, hingga Buaran Kradenan, dengan ketinggian air antara 30 hingga 80 sentimeter.

Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, dan relawan telah membuka sejumlah lokasi pengungsian. Hingga Sabtu pukul 10.45, total pengungsi tercatat 972 jiwa, tersebar di Aula Kecamatan Pekalongan Barat, masjid dan musala di wilayah Tirto dan Podosugih, SD Negeri Tirto 03, serta bangunan fasilitas umum lainnya.

Kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian antara lain obat-obatan, balsem, minyak kayu putih, salep, selimut, serta popok bayi dan dewasa. BPBD Kota Pekalongan terus berupaya melakukan penanganan darurat, termasuk monitoring, evakuasi warga, asesmen dampak bencana, pendataan korban, dan koordinasi lintas sektor. Posko kebencanaan juga telah diaktifkan untuk mendukung pelayanan pengungsian dan distribusi logistik.

Banjir di Kabupaten Pekalongan

Di Kabupaten Pekalongan, banjir merendam sedikitnya 90 rumah di Dukuh Tugurejo RT 01 dan 02 RW 05, Desa Pait, Kecamatan Siwalan. Banjir terjadi sejak Sabtu (17/1/2026) dini hari akibat curah hujan tinggi yang berlangsung lebih dari lima jam.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko, menyatakan bahwa banjir menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman warga dengan ketinggian antara 30-100 sentimeter. Sebanyak 90 KK atau 285 jiwa terdampak, dan 15 KK atau 68 jiwa terpaksa mengungsi di mes pabrik Lokatex, Kecamatan Siwalan.

Para pengungsi terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari lansia, dewasa, remaja, anak-anak, hingga balita. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan rumah permanen, namun seluruh rumah warga di lokasi terdampak terendam air.

PMI Kabupaten Pekalongan telah melakukan asesmen lapangan, evakuasi warga, serta pelayanan ambulans. Kebutuhan mendesak para pengungsi yang terinventarisasi meliputi logistik makanan dan minuman, alas tidur, selimut, tikar, perlengkapan bayi, obat-obatan, serta perlengkapan mandi.

Wafaul

Wafaul

Related Posts

Uji Coba Jembatan Palu IV & Elevated Road Sulteng: Senin, 9 Februari 2026
Lokal

Uji Coba Jembatan Palu IV & Elevated Road Sulteng: Senin, 9 Februari 2026

Februari 17, 2026
Bupati Klaten Chat Benny Indra: Hamenang Ungkap Tanda Sebelum Meninggal
Lokal

Bupati Klaten Chat Benny Indra: Hamenang Ungkap Tanda Sebelum Meninggal

Februari 17, 2026
48% Siswa Bandung Terindikasi Gangguan Mental: Ancaman Nyata
Lokal

48% Siswa Bandung Terindikasi Gangguan Mental: Ancaman Nyata

Februari 16, 2026
Next Post
Warga ramai-ramai gugat KUHP baru, 7 gugatan masuk MK, pasal penghinaan presiden hingga hukuman mati

Warga ramai-ramai gugat KUHP baru, 7 gugatan masuk MK, pasal penghinaan presiden hingga hukuman mati

Pencarian ATR Hilang Kontak di Maros Lanjut Pagi Ini

Pencarian ATR Hilang Kontak di Maros Lanjut Pagi Ini

HUT ke-5 TribunPalu: Ucapan Selamat Arman Sely untuk Kejayaan Berkelanjutan

HUT ke-5 TribunPalu: Ucapan Selamat Arman Sely untuk Kejayaan Berkelanjutan

Discussion about this post

Follow Us

Recommended

HMTI UNRIKA Gandeng TURBION  Lakukan Penghijauan bakau

HMTI UNRIKA Gandeng TURBION Lakukan Penghijauan bakau

2 tahun ago
PPN FTZ Kendaraan Diduga Palsu, Bisa Keluar Batam

PPN FTZ Kendaraan Diduga Palsu, Bisa Keluar Batam

3 tahun ago
Persiraja vs PSMS: Siaran Langsung & Hasil Cepat Malam Ini

Persiraja vs PSMS: Siaran Langsung & Hasil Cepat Malam Ini

1 bulan ago
Misa Tahun Baru: 1 Januari 2026

Pura Jagatnatha Suryanata Banjarbaru gelar piodalan ke-23, ratusan umat Hindu hadiri persembahyangan

1 bulan ago
No Result
View All Result

Highlights

Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Gedung Satintelkam Polresta Barelang Masuk Pengawasan Kejari Batam

PLN Batam Hadirkan Program “Lentera Ramadan”, Tambah Daya Spesial Hanya Rp144.700

6,13 Miliar Mengalir, Gedung Intelkam Polresta Barelang Molor: Progres Baru 50 Persen

Ramalan Zodiak Aries & Taurus 9 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Trending

Ditertibkan PKL Liar Seputaran Hotel 01, Oknum Pengendali Lapak PKL Tak Berdaya”
Berita

Ditertibkan PKL Liar Seputaran Hotel 01, Oknum Pengendali Lapak PKL Tak Berdaya”

by Admin
Maret 1, 2026
0

https://youtu.be/upE76Ggt5r4?si=r5MTGAISK6RUSbEz   Wajahbatamnews,- penertiban kawasan buffer zone kembali memanas. Di depan Hotel 01 Batam, Minggu sore 1...

Dicatut Dalam Sidang Narkotika, Kuasa Hukum PT WIB: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta!”

Dicatut Dalam Sidang Narkotika, Kuasa Hukum PT WIB: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta!”

Maret 1, 2026
Aparat Saling Bantah Atas Molornya Pembangunan Gedung intelkam Polresta Barelang

Aparat Saling Bantah Atas Molornya Pembangunan Gedung intelkam Polresta Barelang

Februari 23, 2026
Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Pelantikan PRSNP di Kawasan Prostitusi, Disorot: Simbol Rehabilitasi atau Legitimasi?

Februari 21, 2026
Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Klarifikasi Polresta Barelang, terbitkan Pers Rilis

Februari 20, 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kode Etik

Copyright © 2025 wajahbatamnews.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • CCTV WBN
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Ekbiz

Copyright © 2025 wajahbatamnews.co.id