Meluncurkan Harapan Baru: Program Muhammadiyah Senior Care Hadir untuk Lansia Gondomanan
YOGYAKARTA – Suasana aula Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Kauman, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta, pada Sabtu pagi, terasa berbeda dari biasanya. Alih-alih riuh rendah suara anak-anak bermain, aula tersebut kini dipenuhi oleh barisan kursi yang diduduki oleh para lansia. Pakaian rapi, kerudung warna-warni dari para ibu Aisyiyah berpadu harmonis dengan kemeja batik para bapak, menciptakan atmosfer kehangatan dalam peluncuran program Muhammadiyah Senior Care.
Program inovatif ini merupakan inisiatif dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gondomanan. Tujuannya jelas: merangkul dan meningkatkan kesejahteraan para lansia di wilayah mereka. Kota Yogyakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara umum, memang dikenal memiliki angka harapan hidup tertinggi di Indonesia. Namun, peningkatan populasi lansia, terutama di kawasan padat penduduk seperti Kota Yogyakarta, secara otomatis membawa tantangan tersendiri yang memerlukan perhatian khusus.
Wikan Eko Pramuji, Ketua PCM Gondomanan, menjelaskan visi di balik peluncuran program ini. “Kami mencoba meluncurkan kegiatan untuk para lansia, atau yang kami sebut ‘senior’, ini. Kami memberikan pelayanan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, hingga spiritual,” ujarnya di sela acara peluncuran.
Lebih dari Sekadar Kesehatan Fisik
Wikan menambahkan bahwa meskipun pemerintah telah memiliki program seperti Posyandu Lansia yang mencakup berbagai aspek kesehatan, Muhammadiyah bertekad untuk mengambil peran yang lebih dalam. Perhatian khusus diberikan pada aspek yang seringkali terlewatkan, yaitu ketenangan batin atau rohani, sebagai bekal penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari di usia senja.
“Posyandu pemerintah memang sudah menggarap dari balita sampai usia lanjut. Tapi kami ingin berperan lebih aktif lagi, terutama dalam hal yang berkaitan dengan rohani. Bagaimana para lansia ini bisa mengisi hari tua dengan lebih sehat, sejahtera, dan ibadahnya meningkat,” tegas Wikan.
Program ini tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar. Intervensi gizi menjadi salah satu perhatian konkret, yang diwujudkan melalui pembagian telur kepada para peserta. Langkah sederhana ini diharapkan dapat menjadi upaya nyata untuk menambah asupan protein bagi para lansia, yang seringkali membutuhkan nutrisi tambahan.
Karakteristik wilayah Gondomanan yang meliputi pemukiman padat, termasuk di bantaran sungai, membuat para lansia di kawasan ini memerlukan perhatian ekstra. Data umum menunjukkan bahwa populasi lansia di area tersebut tergolong tinggi, sebuah fakta yang harus disikapi dengan serius dan tindakan nyata.
Komitmen Jangka Panjang untuk Lansia
Melihat antusiasme yang besar dari para peserta pada hari peluncuran, PCM Gondomanan tidak ingin program ini hanya menjadi sebuah seremoni sesaat. Oleh karena itu, gelaran rutin Muhammadiyah Senior Care telah disiapkan untuk memastikan keberlanjutan pelayanan.
“Insyaallah, kalau memungkinkan akan kita rutinkan. Kami bekerja sama dengan Aisyiyah dan amal usaha Muhammadiyah di sekitar sini agar pelayanan ini terus berlanjut,” ungkap Wikan dengan penuh keyakinan. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Muhammadiyah dalam memberikan dukungan berkelanjutan bagi para lansia.
Saat matahari mulai meninggi di atas langit Kauman, kampung halaman yang memiliki sejarah penting bagi Muhammadiyah, para lansia tidak hanya pulang dengan membawa bingkisan telur di tangan. Lebih dari itu, Muhammadiyah Senior Care telah berhasil membekali mereka dengan semangat baru. Semangat untuk menjalani masa tua dengan lebih bermartabat, sehat, sejahtera, dan penuh makna religius. Program ini menjadi bukti nyata bagaimana organisasi keagamaan dapat berperan aktif dalam menjawab tantangan sosial kemasyarakatan, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup para lansia.
















Discussion about this post