Gerakan “Jaga Jakarta Bersih”: Kolaborasi Ribuan Warga dan Aparatur untuk Kota Bebas Banjir
Jakarta – Minggu, 8 Februari 2026, menjadi saksi bisu dari gelombang solidaritas dan kepedulian warga Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bersama ribuan aparatur dan elemen masyarakat, secara serentak menggelar aksi kerja bakti akbar bertajuk “Jaga Jakarta Bersih”. Kegiatan masif ini mencakup seluruh penjuru ibu kota, dengan tujuan ganda: menjaga kebersihan lingkungan dan secara proaktif mencegah potensi banjir yang kerap menghantui kota metropolitan ini.
Aksi ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur DKI Jakarta, yang menekankan pentingnya keterlibatan seluruh jajaran pemerintah dalam membersihkan lingkungan, mulai dari area permukiman warga, fasilitas umum, hingga titik-titik strategis yang rentan terhadap penumpukan sampah.
171 Ribu Lebih Peserta Bergandengan Tangan
Gubernur DKI Jakarta dalam keterangannya pada Senin, 9 Februari 2026, menyampaikan bahwa gerakan “Jaga Jakarta Bersih” ini merupakan manifestasi dari arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah.
“Kerja bakti bersama yang kita laksanakan hari ini adalah sebuah gerakan kolektif. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga bersih dan sehat bagi seluruh penghuninya. Lebih dari itu, ini adalah langkah preventif yang krusial dalam upaya pencegahan banjir,” ujar Gubernur.
Beliau merinci, total partisipan yang terlibat dalam gerakan ini mencapai angka fantastis, yaitu 171.134 orang. Angka ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari aparatur pemerintah daerah, personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga masyarakat umum yang antusias menyumbangkan tenaga dan waktu mereka.
Inisiatif PMI: Menggerakkan 44 Kecamatan dan 267 Kelurahan
Salah satu kekuatan pendorong di balik gerakan “Jaga Jakarta Bersih” adalah inisiatif dari Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, yang berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum Muhammad Jusuf Kalla. PMI tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga kontribusi nyata berupa penyediaan peralatan kerja bakti yang sangat dibutuhkan.
“Salah satu inisiator utama dari kegiatan luar biasa ini adalah PMI. Di bawah kepemimpinan Bapak Jusuf Kalla, PMI telah memberikan bantuan yang sangat berarti. Mereka menyediakan berbagai peralatan penting seperti cangkul, sekop, gerobak, hingga karung. Peralatan ini didistribusikan dan digunakan di 44 kecamatan serta 267 kelurahan di seluruh Jakarta. Keberhasilan kegiatan ini juga tak lepas dari partisipasi aktif BUMD, berbagai perusahaan, dan tentunya seluruh elemen masyarakat,” jelas Gubernur.
Penekanan JK: Saluran Air Bersih, Kunci Utama Cegah Banjir
Ketua Umum PMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla, turut menegaskan urgensi kebersihan saluran air sebagai faktor penentu utama dalam upaya pencegahan banjir di Jakarta.
“Fenomena banjir kerap terjadi ketika volume air yang masuk ke dalam sistem drainase melebihi kapasitas keluarnya. Oleh karena itu, memastikan setiap jalur air dalam kondisi bersih adalah hal yang mutlak. Gorong-gorong, saluran air, hingga sungai-sungai yang ada di Jakarta perlu dibersihkan secara rutin dan menyeluruh. Tujuannya agar ketika curah hujan tinggi datang, air dapat mengalir lancar tanpa hambatan sedikit pun,” papar Jusuf Kalla.
ASN dan PJLP DLH Turun Langsung Bersihkan Sungai hingga Gorong-gorong
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, memastikan bahwa seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP) di bawah naungan DLH telah dikerahkan sepenuhnya. Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPS BA) juga turut ambil bagian dalam aksi pembersihan ini.
“Kami telah menurunkan seluruh ASN dan PJLP DLH, termasuk tim dari Unit Penanganan Sampah Badan Air. Fokus utama mereka adalah membersihkan sampah yang mengendap di badan air, seperti di sungai, saluran penghubung, hingga ke dalam gorong-gorong yang sering kali menjadi sumber masalah,” ujar Asep.
Beliau menambahkan, langkah ini sangat krusial untuk menjamin kelancaran aliran air dan secara signifikan mengurangi risiko terjadinya genangan maupun banjir yang dapat merugikan warga.
Untuk memaksimalkan efektivitas kegiatan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan armada pendukung yang memadai. Sebanyak 60 unit alat berat dan 144 unit dump truck disiagakan di 66 lokasi yang telah diidentifikasi sebagai prioritas penanganan.
“Kami sangat berharap gerakan ini dapat menumbuhkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat dalam menjaga kebersihan kota tercinta ini. Upaya menjaga kebersihan Jakarta tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Diperlukan peran serta aktif dari seluruh lapisan masyarakat agar Jakarta benar-benar bisa menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali oleh semua warganya,” tutup Asep Kuswanto.

















Discussion about this post