Semen Padang Raih Kemenangan Dramatis atas Persita Berkat Penalti di Injury Time
Pertandingan pekan ke-20 BRI Super League 2025/26 antara Semen Padang FC dan Persita Tangerang yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (8/2/2026), berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan tuan rumah. Gol tunggal yang menentukan hasil pertandingan lahir dari eksekusi penalti di menit-menit akhir babak kedua, yang sukses dikonversi oleh Diego Mauricio. Keputusan penalti ini sendiri baru dipastikan setelah wasit Muhammad Iqballuddin melakukan tinjauan melalui Video Assistant Referee (VAR).
Kekalahan ini tentu menyisakan kekecewaan mendalam bagi kubu Persita Tangerang. Pelatih mereka, Carlos Pena, secara terbuka menyampaikan ketidakpuasannya terhadap keputusan wasit yang dianggapnya sangat merugikan timnya.
Analisis Pelatih Persita: Keputusan Penalti yang Dipertanyakan
Carlos Pena menilai bahwa insiden yang berujung pada hadiah penalti bagi Semen Padang sangatlah tipis dan tidak seharusnya berbuah tendangan dari titik putih. Menurutnya, jalannya pertandingan secara keseluruhan minim peluang berbahaya dari kedua belah pihak.
“Opini saya untuk pertandingan ini saya pikir keputusan penalti sangat tipis sekali. Tidak banyak peluang terjadi untuk kedua tim, banyak juga set pieces untuk kedua tim. Tendangan bebas, lemparan ke dalam, sepak pojok, tapi tidak banyak peluang untuk mencetak gol dari kedua tim,” ujar Coach Pena.
Lebih lanjut, Pena mengungkapkan bahwa bahkan penyerang Semen Padang yang mencetak gol, Diego Mauricio, sempat mengakui bahwa insiden tersebut bukanlah sebuah pelanggaran.
“Dan itu terjadi sebelum penalti, karena wasit memutuskan untuk penalti. Bahkan penyerang mereka mengatakan kepada saya di akhir laga bahwa itu bukan penalti. Jika pemain mengatakan hal ini, apalagi yang bisa saya katakan disini. Kami kecewa dengan hasil ini karena kita kehilangan satu poin, dan itu tidak akan kembali kepada kita,” paparnya dengan nada kecewa.
Pena menegaskan bahwa ia merasa hasil imbang akan menjadi skor yang lebih adil mengingat minimnya peluang yang tercipta sepanjang 90 menit. Ia menambahkan bahwa timnya sudah berusaha keras untuk menembus pertahanan Semen Padang yang dinilai bermain disiplin.
“Ya, tidak mudah. Karena Semen Padang bertahan dengan baik, kami berusaha untuk menyerang di berbagai area dengan kecepatan yang dimiliki pemain sayap kami,” ujar Coach Pena. “Kami mencoba untuk melakukan crossing, juga dengan beberapa skema bola mati. Kami mencoba, tapi kita tidak memiliki peluang yang jelas, juga untuk mereka. Jadi menurut saya hasil yang sesuai adalah imbang.”
Dalam laga debutnya bersama Persita, gelandang asal Spanyol, Ramon Bueno, diturunkan untuk berduet dengan Pablo Ganet di lini tengah. Meskipun demikian, berbagai upaya serangan dari Pendekar Cisadane belum membuahkan hasil yang optimal. Dari tujuh percobaan yang dilepaskan, hanya dua yang mengarah tepat sasaran. Penguasaan bola dan akurasi operan Persita juga dinilai belum sempurna pada pertandingan ini. Pergantian pemain yang dilakukan di babak kedua pun tidak mampu mengubah kedudukan.
Pertandingan ini juga diwarnai dengan banyak pelanggaran keras, namun kurangnya ketegasan dari wasit membuat permainan sering terhenti.
Dengan hasil ini, Persita Tangerang masih tertahan di posisi keenam klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan mengoleksi 32 poin. Laga selanjutnya akan menjadi ujian bagi mereka saat bertandang ke markas PSBS Biak di Indomilk Arena pada tanggal 16 Februari mendatang.
Pelatih Semen Padang: Kemenangan Berkat Kerja Keras dan Mental Pantang Menyerah
Di sisi lain, pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, menyambut kemenangan timnya dengan rasa syukur dan bangga. Ia menilai hasil positif ini adalah buah dari kerja keras, keyakinan, dan mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan oleh para pemainnya hingga peluit akhir dibunyikan.
“Saya senang sekali. Puji Tuhan, hari ini kita bisa menang 1-0. Anak-anak bekerja sangat keras dan sampai menit terakhir tetap percaya. Mungkin ada yang berpikir kita bisa kalah atau imbang, tapi saya tahu bagaimana kerja keras tim ini setiap hari,” ujar Dejan seusai laga.
Pelatih asal Serbia ini menekankan bahwa terlepas dari hasil akhir, yang terpenting adalah para pemainnya bermain dengan penuh hati dan dedikasi.
“Menang atau imbang, yang terpenting para pemain bermain dengan hati besar. Hari ini mereka kerja paling keras dan pantas mendapatkan semua yang baik,” katanya.
Dejan mengakui bahwa timnya sempat mengalami tekanan, terutama pada periode menit ke-55 hingga ke-70, di mana alur permainan tidak berjalan sesuai rencana dan Semen Padang FC kehilangan banyak penguasaan bola.
“Saya sempat bilang ke pemain, jangan panik, main pelan-pelan, tetap fokus. Kita tahu gol pasti datang kalau kita sabar,” jelasnya.
Salah satu kunci keberhasilan Semen Padang adalah perubahan taktik yang dilakukan oleh Dejan. Ia memutuskan untuk mengubah formasi dari 4-3-3 menjadi 4-4-2 dengan memasukkan sejumlah pemain yang memiliki tipikal menyerang.
“Kita masukkan Diego, Maicon, dan ubah formasi ke 4-4-2. Kita punya banyak amunisi di depan dan itu akhirnya sukses,” ujar Dejan.
Mengenai penentuan eksekutor penalti, Dejan menjelaskan bahwa pemilihan Diego Mauricio didasarkan pada kondisi dan kesiapan pemain di lapangan.
“Di latihan ada tiga opsi, Guilermo, Kianz, dan Diego. Kianz sudah keluar, Guilermo capek, Diego masih fresh. Mereka diskusi dan Diego siap ambil tanggung jawab. Saya selalu percaya pada pemain yang berani mengambil tanggung jawab,” tegasnya.
Dejan juga mengomentari gaya bermain Persita yang dinilainya sangat defensif dan mengandalkan serangan balik.
“Persita main sangat defensif dan menunggu counter attack. Mereka punya pemain cepat, jadi kita harus disiplin dan pintar. Poin hari ini sangat penting bagi kami,” katanya.
Dengan tambahan tiga poin ini, Dejan langsung mengalihkan fokusnya pada pertandingan berikutnya melawan Arema FC di Malang. Ia optimis timnya dapat kembali meraih poin di kandang lawan.
“Minggu depan kita ke Malang lawan Arema. Kita akan recovery dengan baik dan berusaha curi poin di sana,” ucapnya.
Dejan tidak lupa menyampaikan apresiasinya kepada para suporter Semen Padang FC yang telah memenuhi stadion.
“Kehadiran suporter seperti hari ini sangat penting. Mereka memberi motivasi lebih besar untuk tim. Terima kasih banyak untuk semua yang datang,” tutup Dejan.
Pemain Semen Padang FC, Kasim Botan, juga turut bersyukur atas raihan tiga poin ini, namun ia mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak cepat berpuas diri.
“Alhamdulillah hari ini kami dapat tiga poin. Tapi perjalanan masih panjang dan kami harus fokus ke pertandingan berikutnya melawan Arema. Terima kasih untuk suporter, kami akan bekerja lebih keras lagi,” ujar Kasim.
Kasim Botan mengakui bahwa dirinya masih dalam proses adaptasi dengan tim, namun ia berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaiknya setiap kali mendapatkan kesempatan bermain.

















Discussion about this post