Ressa Rossano Ungkap Alasan Tak Ingin Tinggal Serumah dengan Denada, Harapkan Pertemuan Keluarga
Keputusan Ressa Rossano untuk tidak tinggal satu atap dengan Denada, setelah dirinya diakui sebagai anak kandung sang penyanyi, menuai perhatian publik. Meskipun kini hubungan keduanya telah terjalin secara terbuka, Ressa mengungkapkan bahwa dinamika akan terasa berbeda apabila mereka harus berbagi tempat tinggal.
Dalam sebuah kesempatan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Ressa dengan jujur menyampaikan perasaannya. “Kan Ressa sudah bilang, pasti rasanya akan berbeda,” ujar Ressa, menegaskan bahwa ia tidak memiliki keinginan untuk tinggal bersama Denada, bahkan jika ada tawaran untuk itu. “Jadi Ressa nggak mau (tinggal bareng Denada),” tegasnya.
Namun, keputusan ini bukan berarti Ressa menutup diri sepenuhnya terhadap keluarganya. Sebaliknya, ia mengungkapkan kerinduan mendalam untuk dapat bertemu dengan sang adik, Aisha. Ressa menyimpan harapan besar agar suatu saat nanti, ia dapat berkumpul dalam satu momen yang sama bersama Denada dan Aisha.
“Oh iya, pasti pengen (ketemu Denada dan Aisha). Kalau itu nggak usah ditanya lagi. Pasti pengen banget,” tutur Ressa dengan penuh semangat. Ia secara terbuka menyatakan bahwa pertemuan dengan Denada dan Aisha adalah sesuatu yang sangat ia nantikan dan dambakan.
Sebelumnya, pengakuan Denada mengenai Ressa Rossano sebagai anak kandungnya menjadi sorotan utama. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Denada menyampaikan penyesalan mendalam atas ketidakmampuannya untuk hidup dan membesarkan Ressa sejak masa bayi.
“Saya, Denada Tambunan, menyatakan Ressa Rossano adalah anak kandung saya, dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena tidak hidup bersama saya dari bayi,” ujar Denada dalam pernyataannya yang beredar.
Denada menjelaskan bahwa kondisi psikologis yang ia alami di masa lalu menjadi kendala utama. Ia merasa belum layak untuk menjalankan peran sebagai seorang ibu pada saat itu. Inilah yang menjadi alasan mengapa ia tidak membesarkan Ressa secara langsung dan baru mengungkapkan status sang anak setelah rentang waktu yang cukup panjang.
“Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak. Saya juga mau minta maaf kepada Ressa karena setelah sekian lama baru sekarang saya memberi tahu kalau dia anak kandung saya. Itu kebodohan saya yang amat sangat,” lanjut Denada, menggambarkan penyesalan yang mendalam atas keputusannya di masa lalu.
Kini, Denada berharap Ressa dapat membuka hati dan memberikan maaf atas segala kekhilafan yang telah terjadi. Ia juga mengakui bahwa perjalanan menjadi seorang ibu yang lebih baik bagi anak-anaknya masih memerlukan banyak pembelajaran dan usaha.
Harapan untuk Rekonsiliasi dan Pertemuan Keluarga
Meskipun Ressa tidak berkeinginan untuk tinggal serumah dengan Denada, hal tersebut tidak mengurangi keinginannya untuk membangun kembali hubungan keluarga. Kerinduan untuk bertemu dengan adik tirinya, Aisha, menjadi prioritas utama bagi Ressa. Ia berharap Denada dapat memfasilitasi pertemuan tersebut, sehingga mereka bertiga dapat menciptakan momen kebersamaan yang hangat.
Ressa percaya bahwa setiap keluarga memiliki dinamika dan cara penyelesaian masalahnya masing-masing. Keputusannya untuk tidak serumah bukan berarti menolak kehadiran Denada dalam hidupnya, melainkan lebih kepada penyesuaian terhadap kenyamanan dan kebutuhan masing-masing.
“Yang penting kan sekarang sudah tahu, sudah terbuka. Jadi bisa saling mengenal lebih baik,” ujar Ressa. Ia melihat pengakuan Denada sebagai langkah awal yang positif untuk membangun kembali pondasi hubungan keluarga yang sempat terputus.
Denada sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk memperbaiki hubungan dengan Ressa. Ia berjanji akan belajar lebih giat lagi untuk menjadi ibu yang lebih baik dan hadir untuk anak-anaknya. Pernyataannya menunjukkan kesadaran dan penyesalan yang tulus atas perannya di masa lalu.
Kini, publik menantikan bagaimana kelanjutan hubungan antara Ressa, Denada, dan Aisha. Harapan terbesar adalah terciptanya rekonsiliasi yang tulus dan momen kebersamaan yang penuh makna, di mana Ressa dapat merasakan kehangatan keluarga yang selama ini ia dambakan. Pertemuan antara Ressa dan Aisha, yang sangat dinantikan oleh Ressa, diharapkan menjadi langkah awal untuk menyembuhkan luka masa lalu dan membangun masa depan keluarga yang lebih harmonis.

















Discussion about this post